Agriculture | Ecology | History | Literacy | Hayati Project | Baca, tanam, lawan!

Joined July 2018
90 Photos and videos
Pinned Tweet
Salah satu buku yg turut mempengaruhi saya untuk (kembali) menekuni pertanian adalah Revolusi Sebatang Jerami karya Fukuoka. Masanobu Fukuoka (福岡 正信) nampak sbg ekstrimis ekologi saat mulai menulis bukunya dg pengakuan begidig: usai puluhan tahun jadi ilmuwan pertanian, ia justru membuang semua ilmunya. Di sawah kecilnya di pulau Shikoku, ia berhenti membajak, berhenti menebar pupuk, berhenti menyemprot racun. Yang ia lakukan cuma menabur benih padi dan gandum, lalu menutupnya dengan jerami. Tanah yang awalnya tandus karena bahan kimia, pelan-pelan pulih. Cacing kembali, air tanah naik, gulma dan hama datang lalu pergi sendiri karena keseimbangannya kembali. Saya membayangkan, apa ini mungkin? Narasi Fukuoka bukan soal "cara menanam", tapi soal cara berpikir. Ia menggambarkan alam sebagai guru. Saat petani sibuk mencabuti gulma, alam justru memakai gulma untuk menjaga kelembapan dan menyuburkan tanah. Saat kita membajak, kita memotong jaringan jamur dan akar yang mengikat tanah. Revolusi yang ia maksud bukan revolusi mesin atau pupuk, tapi revolusi kesadaran: berhenti melawan alam, mulai bekerja sama. Hasilnya paradoks. Sawahnya tak pernah "terawat" rapi seperti sawah tetangga, tapi hasil panennya stabil dan tanahnya makin hitam subur tiap tahun. Buku ini jadi tamparan untuk pertanian modern yang kecanduan input kimia. Fukuoka bilang: kalau kita terus memaksa alam sesuai maunya manusia, alam akan balas dengan hama, banjir, dan tanah mati. Ngeri ya? Tentu saja saya tak langsung menirunya. Namun bagaimanapun, semangat blio rasanya turut memberi energi dalam langkah saya bertani. Thanks pak tua.
昔の自然農法はなぜ豊な農作物を作っていたのか?なぜ現代の農薬や肥料を使った農法は限界があるのか? 昔の自然農法(主に化学肥料や合成農薬を一切用いず、自然の生態系を尊重した伝統的な栽培方法)が豊かな農作物を生み出していた主な理由は、土壌の健全な生態系が持つ自然の循環メカニズムにあります。 江戸時代などの歴史的な日本農法では、人糞尿をはじめとする有機物を完全に再利用し、土壌の有機物を蓄積させることで微生物(細菌、真菌、ミミズなど)の活動を活性化させました。 これにより、土壌1gあたりに存在する微生物数は現代の10〜100倍に達するほど豊かになり、植物が必要とする窒素、リン酸、カリウムなどの栄養分を微生物が自然に分解・供給する仕組みが機能していました。 また、不耕起(土を耕さない)や雑草との共存、輪作、落ち葉や藁のマルチングなどの手法により、土壌構造が安定し、根系の発達が促進されました。これにより、作物は病害虫に対する抵抗力が高まり、天敵昆虫や鳥類による自然制御が働き、外部投入物なしで安定した収量を維持できたのです。 福岡正信氏が提唱した自然農法も、この原理を基盤とし、「土の偉力」を最大限に発揮させることで、長期的に持続可能な豊作を実現する点に特徴があります。 つまり、昔の農法は「自然の法則に順応する」ことで、土壌を年々豊かにし、作物の健全な成長を支えていたのです。 一方、現代の農薬や化学肥料を主体とした農法(慣行農業)には、明確な限界が存在します。まず、土壌の劣化が深刻です。化学肥料は植物に即効的に栄養を供給しますが、過剰施用により土壌中の微生物バランスを崩し、有益微生物を減少させます。結果として土壌の有機物が減少し、構造が悪化(硬盤層の形成など)し、自然の栄養循環機能が失われます。長期的に見て、土壌肥沃度が低下し、収量維持のためにより多くの投入物が必要になる依存体質を生み出します。 第二に、病害虫・雑草の耐性獲得です。農薬の繰り返し使用により、対象生物が抵抗性を獲得(スーパー雑草や耐性害虫の出現)し、効果が薄れる「農薬耐性」の問題が発生します。これにより、使用量の増加や新薬開発を余儀なくされ、コスト上昇と環境負荷の悪循環を招きます。 第三に、環境・資源面の持続可能性の限界です。化学肥料の原料(窒素は天然ガス、リン酸・カリウムは鉱物資源)は有限であり、枯渇の懸念があります。また、施用された成分の多くが流出・揮発し、地下水汚染や水域の富栄養化(藻類異常増殖)を引き起こします。さらに、温室効果ガス排出や生物多様性の減少も深刻で、気候変動下での異常気象に対する脆弱性を高めています。 これらの限界は、戦後における食糧増産という短期的な成功(日本では稲作単収が2倍以上に向上)の代償として顕在化しています。現代農法は人口増加に対応した大量生産を実現しましたが、土壌・生態系・資源の観点から長期的な安定生産に課題を抱えているのです。 結論として、昔の自然農法は土壌の自然力を基盤とした持続可能な豊かさを生み、現代農法は化学投入による短期効率を優先した結果、基盤そのものを損なう限界に直面しています。 将来的には、両者の知見を統合したアプローチ(例:土壌微生物の回復を重視した低投入栽培)が、食糧安全保障と環境保全の両立に寄与する可能性があります。
8
142
511
18,610
Catat: "Dialog sesudah kezaliman terjadi itu bukan diskusi tapi sosialisasi." Tiyo
dialog sesudah kezaliman terjadi itu bukan diskusi tapi sosialisasi- tiyo
2
33
Sebentar, sebentar. 10 6 berapa? Itu aja dulu dijawab, sebelum bicara adab.
Twitter do your magic mau tau dong siapa mahasiswa yg nir adab sama sekali teriak2 saat diskusi berlangsung. Apakah ini namanya orang terpelajar level tinggi, dgn gagahnya teriak Mereka mewakili siapa jika dr bacotan yg keluar dr congor mahasiswa provokator ini Apa guna diskusi jika cuma utk memaksakan asumsi "Budiman Sudjatmiko pengkhianat reformasi" "Satuan penjilat Prabowo Gibran" "Pergi dari sini semua" "Kabinet anjing" "Kabinet bangsat" "Prabowo anjing" Astaghfirullah.... Dan yg paling akhir di teriakan mahasiswa congor jamban ini adalah teriakan "REVOLUSI" Apakah ini namanya demokrasi Jika ujung2nya adalah ajakan utk revolusi Mereka membela kepentingan siapa... Rakyat rakyat yg mana Rakyat gak pernah akan minta Revolusi, paling banter rakyat itu berdaulat utk memilih hak politiknya di pemilu gak pernah ganti kepemimpinan di tengah jalan. Sejarah sudah buktikan cuma yg punya kepentingan aja yg melakukan pergantian pemimpin ditengah jalan. Dan hasilnya sudah terbukti bangsa ini kurang kenyang apa diprovokasi trs siapa yg paling diuntungkan setiap ada adu domba.... Pesan buat Mahasiswa peak tkg proxy deep state model kyk gini, jgn sekali2 mengatasnamakan rakyat jika diajak dialog sendiri malah maksakan kehendak dgn cara tidak beradab....
2
2
250
Nietzsche pernah bersabda, bahwa roh itu mengalami perubahan dalam tiga bentuk. Dari unta menjadi singa, lalu menjadi anak manusia. Di situ dia memberi penalaran filosofis yang kamu bisa baca sendiri. Namun, kalau kita membaca dg pendekatan biologis, perubahan itu adalah dari herbivora (unta), ke karnivora (singa), lalu ke omnivora (orang). Ya, yang Nietzsche mungkin luput adalah, ada lagi perubahan yang melenceng. Setelah jadi singa, ada yang ruhnya bukan jadi orang, tapi jadi mutan. Mutan ini lebih dari sekedar pemakan tumbuhan atau hewan. Dia bisa pemakan aspal, barubara, hutan, nikel, dan semua-muanya.
2
30
Pernah dengar kisah pembantaian burung Enprit yang membawa malapetaka? Ini ironi paling kelam dalam sejarah pertanian modern: usaha manusia membasmi hama justru memicu kelaparan massal. Suatu kisah populer paling tragis sepanjang sejarah pertanian modern. Begini kisahnya....
3
3
20
1,126
Malapetaka Akibat Pembantaian Burung Emprit Tiongkok pada 1958–1962, Kampanye Empat Hama yang digalakkan pada era Mao Zedong berubah jadi bencana ekologi yang menewaskan puluhan juta orang. Sasaran perburuan saat itu adalah tikus, lalat, nyamuk, dan burung gereja atau emprit Passer montanus. Khsus Emprit, ia dituduh memakan gabah 4,5 kg per ekor per tahun. Mao memerintahkan seluruh rakyat membunyikan kentongan, menggedor panci, dan menakut-nakuti burung agar tidak bisa hinggap sampai mati kelelahan. Hasilnya memang spektakuler. Dalam waktu singkat, populasi emprit di Tiongkok nyaris punah. Data dari Chinese Academy of Sciences menyebut 1,96 miliar burung dibunuh hanya pada 1958. Poster propaganda menampilkan anak sekolah menyerahkan karung penuh bangkai emprit. Untuk sementara, hasil panen 1958 naik karena cuaca bagus dan tenaga kerja dikerahkan besar-besaran. Tapi alam tidak diam. Emprit ternyata bukan cuma pemakan biji. Seekor emprit dewasa butuh 1.200–2.500 serangga per musim untuk memberi makan anaknya. Sekali emprit hilang, populasi serangga pemakan tanaman meledak tanpa predator. Tahun 1959–1961, wabah belalang (Locusta migratoria manilensis) menghantam Tiongkok dalam skala yang belum pernah ada. Tanpa emprit, walang sangit, ulat grayak, dan wereng kehilangan musuh alami. Luas serangan hama pada 1960 mencapai 54 juta hektar, naik 300% dibanding 1957 menurut data Kementerian Pertanian Tiongkok. Produksi padi nasional anjlok dari 200 juta ton tahun 1958 jadi 143,5 juta ton tahun 1960, turun 28% dalam dua tahun. Gandum turun 25%. Di provinsi Henan, Shandong, dan Anhui, gagal panen 40–60%. Ini bukan sekadar statistik. Di lapangan artinya ladang kosong, lumbung habis, dan rakyat makan kulit pohon, tanah liat, sampai kasus kanibalisme tercatat di laporan internal Partai. Puncaknya adalah Bencana Kelaparan Besar Tiongkok 1959–1961. Gabungan kebijakan Lompatan Jauh ke Depan, pelaporan hasil palsu, cuaca buruk, dan hama yang tak terkendali menewaskan 15–45 juta orang. Demografer Ashton dkk 1984 menghitung angka 30 juta kematian berlebih. Frank Dikötter dalam Mao’s Great Famine menyebut 45 juta. Penyebab langsung kematian adalah busung lapar, edema, dan penyakit terkait gizi. Di desa-desa, angka kematian melonjak dari 11 per 1000 jadi 25–60 per 1000. Bayi lahir turun dari 34 juta tahun 1957 jadi 13,8 juta tahun 1961. Satu generasi hilang. Tahun 1960, ilmuwan zoologi Tso-hsin Cheng membuktikan di depan Mao bahwa emprit memakan lebih banyak serangga daripada biji. Mao lalu memerintahkan stop kampanye burung gereja dan menggantinya dengan kepinding. Tapi terlambat. Rantai makanan sudah runtuh. Tiongkok akhirnya mengimpor 250.000 ekor emprit dari Uni Soviet tahun 1960 untuk restorasi ekologi. Butuh 5–7 tahun populasi burung dan keseimbangan predator-hama pulih. Produksi pangan baru kembali ke level 1957 pada tahun 1965. Pelajaran pahitnya jelas: pertanian bukan perang total melawan alam. Satu spesies yang dimusnahkan bisa merobohkan seluruh jaring makanan. Emprit 4,5 kg gabah per tahun memang rugi, tapi belalang bisa menghabiskan 20–40 kg biomassa tanaman per hektar per hari. Pertanian modern memang berhasil menyelamatkan miliaran nyawa dari kelaparan, tapi tanpa pemahaman ekologi, teknologi justru jadi bumerang. Mao ingin melompat jauh ke depan, tapi justru membuat rakyatnya melompat ke liang kubur. #LiterasiPertanian #PertanianModern #Ekologi
1
4
305
Bagaimana pertanian modern menyelamatkan manusia dari kelaparan? x.com/i/status/2066790931479…

Bagaimana Pertanian Modern Menyelamatkan Manusia dari Kelaparan? Ada narasi yang laris di kalangan aktivis pertanian organik: bahwa pertanian modern membawa malapetaka. Sementara itu di sisi lain, pertanian ala nenek moyang itu dipandang harmonis, sehat, tidak merusak alam, dan mampu mencukupi semua. Romantis, tapi ahistoris. Begini jelasnya.... #LiterasiPertanian #PertanianModern #NPK #RevolusiHijau
1
234
Bagaimana Pertanian Modern Menyelamatkan Manusia dari Kelaparan? Ada narasi yang laris di kalangan aktivis pertanian organik: bahwa pertanian modern membawa malapetaka. Sementara itu di sisi lain, pertanian ala nenek moyang itu dipandang harmonis, sehat, tidak merusak alam, dan mampu mencukupi semua. Romantis, tapi ahistoris. Begini jelasnya.... #LiterasiPertanian #PertanianModern #NPK #RevolusiHijau
2
1
353
Sains, Bukan Puisi Organik murni tanpa input eksternal diperkirakan hanya mampu memberi makan 3–4 miliar manusia, kata Reganold di Nature 2016. Sisanya 4 miliar harus mati kelaparan kalau kita anti penemuan sains dan teknologi. Kelaparan masa dulu karena sains belum menaklukkan pembatas: nitrogen udara belum bisa diikat, gen tanaman belum dirakit, air belum bisa diatur, hama belum bisa dikendalikan, hara mikro belum dipahami. Pertanian modern menaklukkan itu dengan paket lengkap 17 unsur hara, benih, air, dan proteksi. Generasi berikutnya menaklukkan inefisiensi dengan presisi dan nano. Mengkritik pertanian modern boleh. Tapi tawaran alternatifnya harus bisa mencukupi kebutuhan makan 8 miliar perut manusia. Paling tidak, simulasi logis, bukan puisi atau retorika.
1
18
Contoh tragedi era pertanian modern. x.com/i/status/2066773152169…

Replying to @jogstate
Malapetaka Akibat Pembantaian Burung Emprit Tiongkok pada 1958–1962, Kampanye Empat Hama yang digalakkan pada era Mao Zedong berubah jadi bencana ekologi yang menewaskan puluhan juta orang. Sasaran perburuan saat itu adalah tikus, lalat, nyamuk, dan burung gereja atau emprit Passer montanus. Khsus Emprit, ia dituduh memakan gabah 4,5 kg per ekor per tahun. Mao memerintahkan seluruh rakyat membunyikan kentongan, menggedor panci, dan menakut-nakuti burung agar tidak bisa hinggap sampai mati kelelahan. Hasilnya memang spektakuler. Dalam waktu singkat, populasi emprit di Tiongkok nyaris punah. Data dari Chinese Academy of Sciences menyebut 1,96 miliar burung dibunuh hanya pada 1958. Poster propaganda menampilkan anak sekolah menyerahkan karung penuh bangkai emprit. Untuk sementara, hasil panen 1958 naik karena cuaca bagus dan tenaga kerja dikerahkan besar-besaran. Tapi alam tidak diam. Emprit ternyata bukan cuma pemakan biji. Seekor emprit dewasa butuh 1.200–2.500 serangga per musim untuk memberi makan anaknya. Sekali emprit hilang, populasi serangga pemakan tanaman meledak tanpa predator. Tahun 1959–1961, wabah belalang (Locusta migratoria manilensis) menghantam Tiongkok dalam skala yang belum pernah ada. Tanpa emprit, walang sangit, ulat grayak, dan wereng kehilangan musuh alami. Luas serangan hama pada 1960 mencapai 54 juta hektar, naik 300% dibanding 1957 menurut data Kementerian Pertanian Tiongkok. Produksi padi nasional anjlok dari 200 juta ton tahun 1958 jadi 143,5 juta ton tahun 1960, turun 28% dalam dua tahun. Gandum turun 25%. Di provinsi Henan, Shandong, dan Anhui, gagal panen 40–60%. Ini bukan sekadar statistik. Di lapangan artinya ladang kosong, lumbung habis, dan rakyat makan kulit pohon, tanah liat, sampai kasus kanibalisme tercatat di laporan internal Partai. Puncaknya adalah Bencana Kelaparan Besar Tiongkok 1959–1961. Gabungan kebijakan Lompatan Jauh ke Depan, pelaporan hasil palsu, cuaca buruk, dan hama yang tak terkendali menewaskan 15–45 juta orang. Demografer Ashton dkk 1984 menghitung angka 30 juta kematian berlebih. Frank Dikötter dalam Mao’s Great Famine menyebut 45 juta. Penyebab langsung kematian adalah busung lapar, edema, dan penyakit terkait gizi. Di desa-desa, angka kematian melonjak dari 11 per 1000 jadi 25–60 per 1000. Bayi lahir turun dari 34 juta tahun 1957 jadi 13,8 juta tahun 1961. Satu generasi hilang. Tahun 1960, ilmuwan zoologi Tso-hsin Cheng membuktikan di depan Mao bahwa emprit memakan lebih banyak serangga daripada biji. Mao lalu memerintahkan stop kampanye burung gereja dan menggantinya dengan kepinding. Tapi terlambat. Rantai makanan sudah runtuh. Tiongkok akhirnya mengimpor 250.000 ekor emprit dari Uni Soviet tahun 1960 untuk restorasi ekologi. Butuh 5–7 tahun populasi burung dan keseimbangan predator-hama pulih. Produksi pangan baru kembali ke level 1957 pada tahun 1965. Pelajaran pahitnya jelas: pertanian bukan perang total melawan alam. Satu spesies yang dimusnahkan bisa merobohkan seluruh jaring makanan. Emprit 4,5 kg gabah per tahun memang rugi, tapi belalang bisa menghabiskan 20–40 kg biomassa tanaman per hektar per hari. Pertanian modern memang berhasil menyelamatkan miliaran nyawa dari kelaparan, tapi tanpa pemahaman ekologi, teknologi justru jadi bumerang. Mao ingin melompat jauh ke depan, tapi justru membuat rakyatnya melompat ke liang kubur. #LiterasiPertanian #PertanianModern #Ekologi
19
Ronda Tani retweeted
Pagi dimulai dari meracik perlindungan untuk tanaman. Cabai dan pepaya butuh perhatian agar tetap sehat menghadapi serangan hama dan penyakit. Tak cukup hanya menanam, petani juga harus mengamati, merawat, dan mengambil tindakan di waktu yang tepat. Semoga ikhtiar hari ini menjadi jalan bagi panen yang lebih baik. 🌱
2
2
10
112
Bagaimana hilal keadilan dan kemakmuran negeri ini? Apa juga tidak terlihat? Jelas tidaklah. Hilalnya dikangkangi Firaun kok.
Dalam laman resminya, PBNU menyebut bahwa malam ini hilal tidak terlihat. Oleh karena itu, PBNU mengumumkan bahwa Tahun Baru Islam 1 Muharram jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.
1
45
Yang bikin proyek begini, eksekutor lapangannya, baiknya para warga menangkapnya saja. Lalu kalau lapar suruh ngemil kelereng biar paham.
Kenapa lokasi kopdes di daerah tuh sebecanda itu ya? Ada yg 2 kopdes saling hadap-hadapan, ada yg di tengah hutan. Maksud gue target marketnya siapa??? Bingung deh bedain kopdes sama usaha laundry😹😹
1
29
Ronda Tani retweeted
hot take: sayang masi underrated, tapi perayaan tahun baru jawa/islam paling meriah itu di PONOROGO! komplit dr festival reog grebeg suro dan full event kultural-modern, kirab pusaka, smp pesta kembang api yg bahkan lebih meriah dr tahun baru masehi! sugeng warsa enggal! 🥳🤩
1
5
13
392
Apa? Pro demokrasi? Ya pro diktator proletar lah. Aneh2 aja.
"anda pro demokrasi atau tidak? kalau pro demokrasi, ayo kita dialog!" bikin kebijakan semaunya, tidak pernah ada dialog. berkali-kali rakyat mengritik, tidak pernah ada dialog. tapi setelah amarah rakyat memuncak karena gak pernah didengar, tiba2 berlindung dengan kata "dialog". dari seluruh basis kampus di indonesia, biasanya jogja adalah yg paling sungkan ribut. tapi kali ini berbeda. artinya, kemarahannya sudah sulit dibendung. emosi ini bukan tanpa sebab. dosa terbesar ada pada mereka yg sampai sekarang masih buta dan tuli, gagal melihat dan gagal mendengar, yg membuat amarah rakyat semakin meledak. jangan cuma lihat marahnya, tapi sadari kenapa rakyat marah. jika memang benar-benar peduli dengan bangsa ini, berubahlah. dengarkan, dan berbenah. masih ada waktu, semoga. ⌛
22
Ronda Tani retweeted
Libur yang tidak di hari Sabtu atau Minggu, adalah saat yang tepat untuk cek tanaman hehee.. Jangan lupa beri mereka kasih sayang karena mereka juga mahluk hidup😊 Ada yang tau mereka taneman apa aja??
10
3
20
422
Ronda Tani retweeted
Ini namanya buah pohon kemiri, saat lagi musim buah biasanya dahannya sampe ngak kuat nahan beban 😆 Kalian suka ngak pake kemiri buat bumbu masak?
39
3
45
1,163