6/8
Uniknya, meski rentan, sebagian kecil partisipan (4,6%) menunjukkan resiliensi dan rasa syukur.
Artinya, fatherlessness memang berisiko membentuk pola keterikatan tidak aman, tapi bukan vonis mati.
Dengan kesadaran dan intervensi tepat, pola ini bisa diubah jadi lebih sehat.