Dompet makin tipis, harga BBM malah terbang tinggiโฆ ๐ซ
Kenaikan Pertamax sampai Rp3.950 per liter ini bener-bener bikin pusing. Buat kita yang tiap hari harus mobilitas, ini pukulan telak banget.
Efek jangka pendeknya?
Jelas, pengeluaran harian langsung bengkak. Banyak dari kita pasti bakal ngerem belanja kebutuhan lain atau malah pindah ke BBM subsidi yang lebih murah, yang ujung-ujungnya bikin antrean di SPBU makin panjang.
Harga barang-barang kebutuhan pokok juga rawan ikut naik karena ongkos kirim jadi lebih mahal.
Jangka panjangnya?
Ekonomi makin berat. Pelaku usaha kecil atau driver ojek online bakal makin tersiksa karena modal operasional naik, tapi pendapatan susah naiknya.
Kalau daya beli masyarakat terus-terusan ditekan kayak gini, ekonomi kita bisa makin melambat karena uang yang harusnya diputar buat konsumsi malah abis buat bayar bensin.
Efek domino ini bikin kita makin susah buat nabung atau sekadar hidup tenang.
Gimana menurut kalian, apakah kenaikan ini masih wajar atau udah terlalu memberatkan untuk kondisi kita saat ini?
โ
RESMI : Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni.
โข Pertamax (RON 92)
Rp.12.300/liter โก๏ธ Rp.16.250/liter
Pertamax Green 95 (RON 95)
Rp. 12.900/liter โก๏ธ Rp.17.000/liter
Pertamax Turbo (RON 98):
Rp.20.750/liter (tetap)
Dexlite (CN 51)
Rp.23.000/liter (tetap)
Pertamina Dex (CN 53)
Rp24.800/liter (tetap)