Di balik anak yang dicap gagal, ada petugas farmasi yang mengingat wajah anak itu selalu hadir untuk menunggu obat ibunya.
Sementara anak yang dibilang sukses, tidak ada waktu barang sejenak untuk menengok kondisi ibunya, dikarenakan back to back meeting.
Anak yang selalu di rumah dikatain beban orang tua.
Tanpa mempertimbangkan bahwa anak itulah yang paling siap membawa ibunya ke rumah sakit kalau ada apa-apa.
Tanpa mempertimbangkan bahwa anak itulah yang ngurus BPJS dan antre berjam-jam.
Kita pikir waktu mereka murah, padahal mereka sedang menjalani waktu yang paling mahal; waktu yang dipakai untuk hadir.
Kita tidak perlu memaksakan standar sukses khas kelas menengah ke orang yang sudah mengenal kata cukup.
Cukup dengan makanan. Cukup dengan kunjungan ke mall 1 bulan sekali. Cukup dengan hidup hari ini.
Ada juga anak yang di rumah dan tidak ngapa-ngapain. Ada. Tapi, tenang, ini bukan ngomongin spesies tersebut.
Ini tentang anak yang tidak bisa membelah diri, demi orang tua yang telah mengajarinya berdiri.