️
️
Maka kurengkuh persembahan itu dengan harsa yang berlimpah, hingga ranum di pucuk wajahku merekah tanpa titah.
Seikat puspa nan kau beri kutata pada sudut paling ayu di pandangku. Kupajang, kurawat, dan kupandang saban dina.
️
️
⠀
Aku habiskan waktu untuk melukis wajahmu Sekar. Dari arang yang kutimba dari mangkuk milik Aki, dari jelaga yang bersemi di sudut pagi. Di sisi kuil yang dipenuhi bunga, seikat kubawa saat angin segan berkelana.
⠀