Electrical Engineering

Joined August 2020
114 Photos and videos
Pinned Tweet
3 Aug 2023
⬇️🎆All of My Thread on Twitter 🎆⬇️
1
1
764
Yaz retweeted
Proyek riset gak penting ini menurut standar Dikti karena gak ada produk hilirnya pada n 3 riset
John v. Neumann on 'the usefulness of Mathematics' A large part of mathematics which becomes useful developed with absolutely no desire to be useful, and in a situation where nobody could possibly know in what area it would become useful; and there were no general indications that it ever would be so. By and large it is uniformly true in mathematics that there is a time lapse between a mathematical discovery and the moment when it is useful; and that this lapse of time can be anything from 30 to 100 years, in some cases even more; and that the whole system seems to function without any direction, without any reference to usefulness, and without any desire to do things which are useful. -- as mentioned in "The Role of Mathematics in the Sciences and in Society" (1954)
34
126
6,918
Yaz retweeted
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta. Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement. Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect. As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes. Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end. Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
49
13,450
25,383
549,720
Yaz retweeted
This is brilliant idea Siapapun kordinator demo yg punya ide ini itu manusia cerdas Karena dia mengkomunikasikan pesan silent majority ke permukaan publik
Jun 11
"Bunyikan klakson jika sudah muak dengan MBG." ME: *DENGAN KEDUA TANGAN MENEKAN KLAKSON TANPA HENTI*
5
3,932
11,490
220,828
Yaz retweeted
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini? Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye” Ditanya “trus solusimu apa!” Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
1,102
32,457
76,793
881,687
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
yang gue heran adalah PTN di Indo ngebatesin usia masuk 22 tahun anjg
22
11,770
31,746
325,266
Yaz retweeted
ini lah kenapa di umur 20an banyak banget yang mulai hobi baru. jadi rajin nyobain banyak cabor, ikut marathon, daftar kelas yoga/pilates, nyobain free diving, ikut community, kelas masak, pottery dll. karena kalo waktu dihabisin buat kerja doang, our soul will become soulless. alias there's no spark left in our lives. semakin tua juga semakin banyak 'curiousity' buat nyoba new different things. maybe karena we feel like we're running out of time kali ya if we don't live our life to the fullest.
once you turn 20 you have to fight everyday for the rest of your life to not lose your personality & spirit...bc what once came naturally to you will be exhausted into nothing if you don't actively Try. it's terrifyingly easy to become a lethargic, soulless adult
67
4,675
19,098
613,714
Yaz retweeted
Pernah tau dari salah satu kenalan dari suatu negara dia cerita anak SMA di sana abis lulus sekolah ada gap yearnya ga lamgsung persiapan kampus. Tapi mereka mencapai keinginannya yg tertunda kayak hiking, keliling dunia, belajr mobil, belajar biola, ngembangin diri, dll. Lah di sini abis lulus SMA tiap hari langsung bolak-balik tempat bimbel ampe jam 12 malam buat persiapan UTBK. Gimana kagak stress kita 😭😭😭
in malaysia, the typical education pathway is: 1. kindergarten (4-6 years old) 2. primary school (7-12 years old) 3. secondary school (13-17 years old) 4. pre-university (18-19 years old) - foundation: 1 year - matriculation: 1-2 years - STPM: 2 years 5. bachelor’s degree (if without any gap, then people usually start their degrees at 19 years old here) and the duration of study depends on what course you take but the common study duration is 3-4 years (medicine and veterinary programmes generally take longer) as for me: i did foundation at 18 for a year after completing secondary school, started my degree at 19 and graduated when i was 23, then started my master’s degree at 24 and am now in my last semester so if all goes well, i’ll graduate at the end of the year at 25! we have pre-university programmes which aim to prepare us for our bachelor’s degrees and these programmes typically focus on foundational subjects before we move on to more specialised courses in our chosen degree programmes, so we have time to decide what we want to pursue for our bachelor’s degree.
13
92
767
24,826
Yaz retweeted
Hot take: idealnya masuk kuliah itu umur 20-23, idealnya pertama kali kerja umur 26-30. Jadi orang ga pada depresi karena bisa "nafas" dulu
gue s1 di malay temen-temen di sana kaget krn kita yg dr indo pd umur 17-18…mereka soalnya s1 br di umur 20-21an, bahkan ada yg 24 ngulang lg krn pindah jurusan.
65
4,055
21,965
298,349
Yaz retweeted
emang culture dan sistem umur di indo bikin kita ngerasa hidup sambil kejar kejaran. kita dituntut harus achieve banyak hal di awal 20an, di tengah kondisi negara carut marut ga jelas. btw gw gap year dan baru mulai kuliah di umur 22 tahun, di saat temen temen gw udah banyak yang wisuda dan nyusun skripsi. waktu itu sempet down, ngerasa ketinggalan jauh, apalagi ditambah omongan orang sekitar yang instead of kasih semangat malah pada bilang “ngapain sih baru mulai kuliah umur segitu.” tapi gw terobos aja,yang penting ortu ngedukung. dan sekarang gw udah di semester terakhir, tinggal nunggu yudisium. walaupun harus mengarungi ocehan pedes banyak orang. but i’m proud of myself bisa ngelewatin ini. gw pengen banget, one day indo bisa kaya negara lain yang ga ngukur semuanya berdasarkan umur. cape rasanya, hidup di negara yang umur 25 tahun udah dianggep artefak gak butuh kerjaan ga butuh penghasilan
gue s1 di malay temen-temen di sana kaget krn kita yg dr indo pd umur 17-18…mereka soalnya s1 br di umur 20-21an, bahkan ada yg 24 ngulang lg krn pindah jurusan.
19
748
3,028
50,447
sebagai player reverse 1999 yg tahu betapa bahayanya hidup di dunia reverse banyak storm, apalagi kalau gak ada payung equilibrium, w masih pilih idup di sana 🤣
Sebagai player wuwa yg tau betapa bahaya nya idup di Solaris-3, apalagi kalo bukan resonator, w masih pilih idup disana daripada jadi WNI njir😹😹😹dah 18k aja bangke
72
Yaz retweeted
Biasanya aku bedain pertanyaannya. Kalau interview dengan **HRD**, fokusnya ke aturan kerja dan benefit: 1. Range gajinya gimana, gross atau nett? 2. Benefit apa saja yang didapat? BPJS, asuransi, dll. 3. Sistem cutinya gimana? Berapa hari per tahun? 4. Statusnya kontrak atau tetap? 5. Ada probation atau tidak? Kalau ada, berapa lama? 6. Notice period-nya gimana? Kalau interview dengan **user**, fokusnya ke kerjaan, tim, dan ekspektasi: 1. Nanti report ke siapa? 2. Flow kerja hariannya seperti apa? 3. KPI atau targetnya diukur dari apa? 4. Siapa yang menilai performance kita? 5. Kriteria lulus probation seperti apa? 6. Challenge terbesar di role ini apa? 7. Timnya sekarang berapa orang dan cara kerjanya gimana? Intinya, ke HRD tanya soal sistem kerja dan benefit. Ke user tanya soal jobdesc, target, tim, dan ekspektasi.
waktu abis interview sama hrd, di akhir itu kalian biasanya tanya apa aja? kasih tau dong. dan doain yaa nnti sender mau itv hrd😭 Work!
6
650
3,712
98,319
ini kenapa proyek iseng gw jdi makin terkenal gini, hua gak tau mau seneng atau sedih sumpah :')
15
Yaz retweeted
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000 Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar. Amanlah. Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame. Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh. Jaya jaya jaya
2,552
17,964
72,965
1,962,657
Yaz retweeted
selama metrics kerja akademis selalu diukur dengan angka dan dijadikan rat race untuk mengejar achievement2 tertentu instead of chasing knowledge, skandal2 kaya gini akan terus bermunculan. apalagi dengan ekosistem kerja yang ga mendukung
Di sisi lain dari 'akademisi' harus jadi influencer Ada juga penyakit 'penulis borongan' Nama ada di artikel mana-mana meskipun sebagai co-author Mau ngomongin paper milling tapi kondisi 62 emang doyan angka tinggi Nasib nelangsa dunia akademik
3
97
271
7,819
Yaz retweeted
As a neurodivergent, you don't actually want a "normal" life. you want, slow mornings, space to think, work that feels aligned to you, money that doesn't cost your peace.
34
866
6,284
72,872
yup, makanya skrg gw apa adanya, bukan berarti gak bersosial, tapi bersosial ke lingkup yg gw bisa aja
ternyata banyak yg kehilangan diri sendiri di masa-masa kuliah ya...
26
info lagi, kompetisi robotik buat inovasi di ajang perguruan tinggi pun hampir ditiadakan (tinggal satu divisi dari 7 divisi) karena dana penyelenggaraan lombanya berkurang karena MBG
Gua tau dari dosen gua sekaligus dekan, kalo UI kehilangan 500M dari mendikiti gara-gara MBG, jadi untuk menutupi dana tersebut apa-apa dinaikin, dan apa-ala disewakan. Bukan salah UI sepenuhnya, salah MBG!!‼️‼️
5
452
Yaz retweeted
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari kalau hal ini SALAH. Gak seharusnya manusia dipaksa hidup kayak gini.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally. Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo. Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi. Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak. Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
73
2,509
11,632
327,401
ffmpeg is the most handy and trickier command terminal that I have ever learn 😭😭😭
A cheat sheet with everything I’ve learned about @FFmpeg github.com/rendi-api/ffmpeg-…
19
sorry for my fellower that follows me in open source contribution, if you ask why person like me has not successful yet person like me in your country has success because my system country doesn't reward R&D projects🤣
Kenapa Indonesia gk punya EV sendiri? Padahal, Indonesia punya banyak Fakultas Tehnik dan elektro bagus2. Indonesia punya BRIN, yg dulu namanya BPPT, pendirinya Insinyur terkenal lulusan Jerman yg punya banyak paten berkaitan dengan Pesawat Terbang, BJ Habibie. Tapi, kenapa Indonesia gk punya EV sendiri? Pak @onnowpurbo Mungkin bisa bantu jawab😁
1
45