somewhere between rants and meds.

Joined September 2010
1,960 Photos and videos
Enak bgt makan yaAllah, makasih udh menciptakan masakan enak.
2
Nambah lagi buket di altar❤
1
25
Hari2 ada aja kelakuan aneh warga thread
1
74
Apakabar gw rontgen aja masi googling dl buat perbandingan wokk
1
48
Aku justru kasian sama org2 yg rajin bgt cerita ttg pasien di medsos, seakan2 idupnya yg menarik cuma itu doang
This. Dokter Indonesia doyan banget share cerita ttg pasien di medsos, caper dan haus engagement. Biar ga sebut nama tetap ga etis. Belum lagi yg dengan bangganya bersikap prejudice, diskriminatif, dan jadi polisi moral. WTF is wrong with you. Dididik gimana di kampus?
1
4
8
1,234
arbor vitae retweeted
Saya memohon maaf bila pernah share cerita tentang pasien yang tidak etis di sini. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa bahkan cerita yang “dianonimkan” sering kali masih bisa diidentifikasi ulang, terutama di komunitas kecil atau dengan detail unik. Suatu penelitian menunjukkan bahwa dari 754 tweet dokter dan tenaga kesehatan yang menceritakan pasien lain, 98% tidak menyebut nama sekali, tapi 32,1% bisa diidentifikasi oleh keluarga/teman, dan 46,6% kemungkinan bisa diidentifikasi oleh pasien itu sendiri. Selain itu, 84% pasien menyatakan kepercayaan mereka menurun drastis pada dokter yang menceritakan atau menarasikan pasien dengan tidak hormat. Namun ada potensi peningkatan kepercayaan pada 35% yang membaca narasi hormat dokter pada pasiennya. Selain itu, berbagi data pasien di media sosial memiliki risiko privasi yang ternyata signifikan, meskipun tujuan awalnya adalah edukasi. Dampak tertinggi dapat dirasakan pada pasien rentan, seperti ODHA/HIV, kesehatan mental, atau isu seksual. Narasi negatif pada mereka bisa memperburuk stigma, ketakutan, dan menghalangi orang mencari pengobatan. Sekali lagi saya mohon maaf bila pernah melakukan hal seperti itu. Terima kasih. Sumber: -Public Disclosure on Social Media of Identifiable Patient Information by Health Professionals: Content Analysis of Twitter Data -Risks and benefits of sharing patient information on social media: a digital dilemma
This. Dokter Indonesia doyan banget share cerita ttg pasien di medsos, caper dan haus engagement. Biar ga sebut nama tetap ga etis. Belum lagi yg dengan bangganya bersikap prejudice, diskriminatif, dan jadi polisi moral. WTF is wrong with you. Dididik gimana di kampus?
14
104
434
37,836
Ni pedagangnya pasti heran jam 5 pagi ni anak ngapain ngidam sashimi
56
Menyala dagang buku favoritQ
2
123
arbor vitae retweeted
Nakes rusia bisa kerja ilegal di bali dapat bayaran bisa melebihi Nakes lokalnya sendiri 🥲 Detail infonya -> threads.com/@memoiroftheunto…
10
562
1,233
32,606
Segacor ini gweh masak barramundi creamy lemon sauce sama mashed potato😎
1
51
arbor vitae retweeted
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media peluang media ngeliput naik peluang sosmed divideoin orang juga naik orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
677
64,234
154,201
3,159,902
arbor vitae retweeted
ya Allah lindungilah kami🥲🙌🏼
909
44,832
98,894
1,725,432
arbor vitae retweeted
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
299
53,592
109,755
908,214
arbor vitae retweeted
Aku paham keresahan sejawat ini maksudnya karena awalnya gak sampai hati merawat pasien yang sudah AIDS dengan komplikasi yang macam-macam. I get that. Tapi coba kita berhenti sejenak, kita berpikir secara ilmu medis. Secara patofisiologi proses transmisi HIV sampai AIDS waktunya gak singkat, gak sebulan 2 bulan terpapar terus langsung kondisinya parah, pasti ada tanda dan gejala lain yang timbul dan dihiraukan oleh si pasien sebelum ke tahap itu. Dan kita semua tau, apabila HIV terdeteksi pada stadium awal dan pasien mendapatkan ARV rutin, tidak akan sampai jatuh ke kondisi AIDS. Pertanyaannya adalah, kenapa pasien-pasien ini demikian? Artinya entah mereka tidak terdiagnosis di stadium awal atau berhenti minum ARV kan? And deeper question is why? Ya karena mereka takut. Takut akan perlakuan yang tidak mengenakkan dari tempat mereka mencari pertolongan. Pengalaman pribadi saya, justru teman-teman dengan faktor resiko ini, entah itu LSL, atau wanita or laki-laki pekerja seksual ketika mereka ada keluhan, mereka meminta tolong berkonsultasi dan mendatangi saya tidak dalam ruang praktik. Tapi di luar jam tugas dan tempat kerja saya. Dan pertanyaan pertama mereka ketika saya menyarankan untuk periksa ke fasilitas kesehatan yang memadai, “kalo aku periksa bakalan aman kan? Privasiku aman kan?” So the fear is real… Dan kira-kira kenapa sampai mereka setakut itu? Silakan jawab dalam hati nurani sendiri. Jadi issue ini bukan perkara apakah seorang dokter just voicing out their opinion online dan tetap bersikap netral di ruang praktik.. No.. It’s beyond than that, we are creating a psychological battle with our patients. I think we should stop this issue, karena dengan demikian, saya khawatir justru kita malah akan lebih sering menerima pasien HIV stadium lanjut yang dikeluhkan ini daripada sebaliknya.
Kaum lu aja pada ngelepehin kalau ada sesama tukang tusbol kena HIV 😂
18
78
238
20,364
arbor vitae retweeted
Jun 11
"emang kalo Anis ato Ganjar yang menang bakal lebih baik?" jangankan Anis ato Ganjar, ini Presiden digantiin sama pak RW gua juga mantepan doi. 😌
258
11,822
49,653
570,007
Ni grup code stroke udh semingguan ga ada notif, sampe kukira udh dikick🙂
1
1
79
arbor vitae retweeted
Jun 11
"Dok cara mencegah HIV buat pasangan hetero gimana?" "Jgn gonta-ganti pasangan, pakai kondom, tapi yg paling mujarab itu abstinen." "Kalau buat gay gimana?" "Jgn gonta-ganti pasangan, pakai kondom, tapi yg paling mujarab itu abstinen."
25
1,761
12,392
413,424
arbor vitae retweeted
HIV is not a death sentence, and its not exclusive to any particular sexual orientation. As healthcare provider, our role is to provide evidence based care WITHOUT STIGMA AND BIAS. Public health improves when we focus on facts, prevention, testing, and treatment not stereotypes.
3
257
673
13,939
arbor vitae retweeted
Aku beberapa kali ngetweet soal jangan bohong ke dokter. Tapi paham alesan mereka melakukan itu. Karena apa hayo? Karena dokter dan nakesnya judgemental. Daripada jujur terus dapat perlakuan tidak menyenangkan dari yang seharusnya memberikan rasa aman, mending diem aja.
Jun 11
Replying to @putisyrfn
aku sering baca pasien HIV kalo ada tindakan ngga pernah jujur positif HIV alhasil nakes yg kesulitan untuk prepare tindakan kan
4
86
452
10,594
arbor vitae retweeted
Jun 10
kenapa si negara ini gonjang ganjing pas diumur gue produktif pas aktif²nya cari kerja, kann jadi ga bisa ngapa ngapain cokk, stress bgt ya tuhan
154
15,740
47,320
427,572