Kenapa ya di konoha kalau belum viral pelakunya dilindungi
Sebuah kasus b*li yang menimpa seorang anak yatim di SD Aie Batumbuak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah memicu kekecewaan dan keprihatinan masyarakat. Anak yatim tersebut menjadi korban b*li oleh teman-temannya di sekolah, namun pihak sekolah belum memberikan tindakan tegas kepada pelaku.
Menurut orang tua korban, Kurniati Tipasatrio, anaknya telah mengalami tekanan mental yang berat akibat kejadian tersebut. Anaknya kini menjadi murung dan tidak mau sekolah. "Kami sangat khawatir dengan kondisi anak kami. Pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian ini," ujar Kurniati.
Pihak sekolah beralasan bahwa kepala sekolah tidak ada di sekolah, sehingga tidak bisa mengambil keputusan. Namun, alasan ini dinilai tidak cukup untuk membenarkan lambannya tindakan pihak sekolah.
Bupati Solok, Jon Pandu, diminta untuk turun tangan dan memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan serius. "Kami meminta agar pihak sekolah dan aparat terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku b*li dan memberikan perlindungan kepada korban," tegas Jon Pandu.
Orang tua korban berharap agar pihak sekolah dapat memberikan kompensasi dan penanganan psikologis kepada anaknya. "Kami hanya ingin anak kami mendapatkan keadilan dan dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman," harap Kurniati.
Kasus ini masih dalam proses penanganan dan diharapkan dapat segera diselesaikan dengan adil.