ㅤ “Baik, Prof.” Mengangguk paham akan instruksi yang diberikan. Tentu saja di saat seperti ini, memori yang memenuhi benaknya hanyalah memori bersama sang terkasih, maupun teman-teman dekatnya. Kieran mengangkat tongkatnya, mengikuti pola yang sebelumnya diajarkan, dan —
“Baik, sebelum waktu praktek kalian malah nyaris tidak ada. Silakan kalian memulai praktek. Hati-hati dan tidak perlu berkecil hati jika belum berhasil! Dan panggil saya jika butuh bantuan.”
Setelah mengatakan hal tersebut, Kaen mulai berjalan mengitari ruangan.