Perhatikan nih baik-baik. :)
Di dalam Islam ada yang disebut sebagai Syahid al-'Isyq, yakni mereka yang mati karena menanggung beratnya jatuh cinta. Status mereka dihukumi sebagai syahid.
Pertanyaannya, apakah mati karena jatuh cinta pada sesama jenis bisa termasuk juga?
🧵
Saya baru saja membaca kisah seorang ustad yang mengaku memiliki ketertarikan sesama jenis.
Yang membuat saya berpikir bukan orientasinya.
Tapi pilihannya.
Ia sadar ada dorongan dalam dirinya yang bertentangan dengan keyakinan yang ia pegang. Ia pernah mencoba menikah, namun tidak berhasil. Setelah itu, ia memilih hidup sendiri dan berjuang menahan dirinya hingga akhir hayat.
Tidak ada yang tahu pergulatan batin seseorang.
Sebagian orang berjuang melawan amarah. Sebagian berjuang melawan kecanduan. Sebagian berjuang melawan hawa nafsu.
Kita semua punya ujian yang berbeda.
Di era ketika banyak orang berkata "ikuti saja apa yang kamu inginkan", cerita ini mengingatkan bahwa manusia juga punya kemampuan untuk berkata:
"Aku menginginkannya, tapi aku memilih untuk tidak melakukannya."
Terlepas dari apa pun pandangan kita tentang topik ini, saya rasa pengendalian diri tetap merupakan salah satu kemampuan paling sulit yang dimiliki manusia.
Karena tidak semua yang kita inginkan harus kita ikuti.
Menurut kalian, apakah pengendalian diri saat ini semakin langka atau justru masih banyak dimiliki orang di sekitar kita?