Melalui warta ini, kiranya tersiar alkisah saya, Galuh Ayu Hanum Remaningtyas mengenai ironi yang disembunyikan sunyi. Kami memang bervisi kebaikan murni, namun akankah kukuh dari durkarsa di masa ini? Atau justru kembali menjadi saga semata yang tertimbun hiruk pikuk sangkala?