Polemik pengadaan kendaraan dinas baru bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, senilai Rp 8,5 miliar menuai sorotan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menanggapi hal itu, Rudy meminta agar polemik tidak disikapi dengan bergunjing.
"Kita sedang berpuasa, tolong tidak terlalu banyak gibahnya. Nanti dosanya berlipat ganda, ya kan," kata Rudy di Samarinda, Kamis (26/2).
Ia menjelaskan mobil yang digunakan saat ini adalah kendaraan pribadi. Soal kendaraan dinas Rp 8,5 miliar, ia menyebut unit tersebut berada di Jakarta untuk menunjang kegiatan kepala daerah dan menjaga marwah Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, pengadaan sudah sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur spesifikasi maksimal 3.000 cc untuk sedan dan 4.200 cc untuk jip, sementara yang dipesan 3.000 cc.
Sementara itu, Sekda Kaltim Sri Wahyuni menyebut pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja, terutama untuk menjangkau wilayah dengan medan berat. Anggaran Rp 8,5 miliar disebut untuk membeli SUV hybrid 3.000 cc. Pada laman INAPROC sempat tercantum rincian SUV hybrid 2.996 cc bertenaga 434 dk dengan baterai 38,2 kWh dan motor listrik 140 dk bertorsi 620 Nm.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R023 | R018 | E164 | E120
#bicarafaktalewatberita #kumparan