Yusuf Wanandi: Capres hanya 2 calon.
Pertanyaan saya: Apakah orang ini Tuhan? Yang bisa memastikan apa yang terjadi di masa mendatang?
Pertanyaan saya santai saja, dan tidak usah ditanggapi secara serius.
Demikian juga dengan obrolan antara Rosi Silalahi dengan Yusuf Wanandi ini. Ini obrolan santai, maka tidak usah ditanggapi secara serius.
Maka, mari kita ngobrol santai. Berpendapat secara santai.
Pendapat saya, beliau ini berusaha menggiring opini publik, bahwasanya:
1) Oligark itu begitu berkuasanya, sehingga mampu menentukan siapa jadi Capres, siapa harus batal jadi Capres, bahkan mungkin siapa nanti pemenangnya.
Tanggapan saya, sekedar meniru beliau: Bullshit! Omong kosong.
Kekuasaan sejati untuk menentukan siapa Presiden di suatu negara adalah: RAKYAT. RAKYATlah yang akan menentukan, siapa yang didukung untuk menjadi Capres. Dan rakyat jugalah yang menentukan, siapa yang nanti akan jadi Presiden 2024.
Kita punya PEMILU, dimana sejak 20 tahun lalu, sejak 2004 RAKYAT boleh memilih sendiri secara langsung, siapa bakal jadi Presiden.
Setelah sebelumnya, RAKYAT, yang diwakili oleh Partai-Partai, memilih siapa CAPRES yang akan maju dalam kontestasi.
PEMILU yang Jurdil, Jujur dan Adil, akan memungkinkan RAKYAT menentukan siapa yang jadi Presiden, yaitu, dialah yang mendapatkan suara RAKYAT terbanyak.
2) Presiden begitu berkuasanya, sehingga dialah yang akan jadi THE KING MAKER, orang yang paling berpengaruh dalam menentukan siapa Capres dan siapa Presiden.
Tanggapan saya sekali lagi mengikuti gaya beliau: Bullshit! Omong kosong!
THE REAL KING MAKER adalah RAKYAT!
Terkecuali apabila kekuasaan Partai-Partai dibonsai, sehingga Partai-Partai hanya membebek dan mengeong kepada Presiden sekarang.
Kalau sampai Partai-Partai kehilangan independensinya untuk menentukan siapa CAPRES yang akan mereka usung, maka sudah bisa dipastikan, ada kongkalingkong. Bagi-bagi kekuasaan sudah dilakukan, jauh-jauh hari sebelum Pertandingan dilaksanakan.
Dan ini so dirt.
3) Anies Baswedan bukan orang yang dikehendaki, not event "mereka" juga Presiden. Karena itu, Anies Baswedan harus disingkirkan dari penCapresan, no matter what.
CAPRES hanya boleh DUA, dan salah duanya itu tidak bakal ada nama Anies Baswedan.
Kenapa? Karena, sekali lagi, Anies Baswedan bukan pilihan "mereka', dan juga bukan pilihan Presiden.
Jawaban saya, sekali lagi: Bullshit! Omong kosong.
Nomor tiga ini adalah hal paling penting. Ketika jauh-jauh hari situasi sudah dikondisikan, melalui diskusi dua tokoh ini yang pasti mendapat sorotan luas dari media maupun rakyat, justru dari diskusi ini kita tahu, betapa signifikannya dukungan RAKYAT terhadap Anies Baswedan. Mereka melalu mesin survei riil dan bukan manipulasi, sudah menghitung, bahwa Anies Baswedan, secara riil, mendapat dukungan besar dari rakyat.
Secara kasat mata saja, jelas Anies Baswedan, apabila RAKYAT diberi peluang yang jujur dan adil, sangat berpotensi untuk menang. Tidak mudah, tetapi menang.
Kalkulasi saya sangat mudah:
1) Perempuan adalah pemilih 55%, 88% perempuan adalah Muslimah. Berusia antara 30-55 tahun, mereka adalah pendukung sangat loyal Anies Baswedan
2) Anak Muda (dimana di dalamnya adalah kelompok Perempuan) adalah 70% Pemilih. Anak muda saat ini sangat dinamis dan independen dalam pemikiran dan pendapat. Mereka tidak mengenal siapa Prabowo, apalagi Ganjar Pranowo.
Tetapi mereka sangat mengenal Anies Baswedan.
Anies Baswedan sudah lama, sudah sejak 2010 sudah menjadi panutan banyak anak muda Indonesia.
Karena kekuatan Anies Baswedan ini, maka sejak sekarang, dan selanjutnya, "mereka" akan melakukan kampanya-kampanye penggiringan opini, melalui berbagai diskusi di media-media mainstream yang mereka kuasai (90% media mainstream sudah mereka kuasai).
Tujuannya adalah melemahkan rasa percaya diri Para Pengusung Koalisi Perubahan.
Melemahkan rasa percaya diri Relawan Anies Baswedan.
Melemahkan rasa percaya diri Rakyat yang semakin solid mendukung Anies Baswedan.
------
Dari sejak awal saya sudah sampaikan, sebetulnya lawan Anies Baswedan itu bukan Capres lainnya, melainkan Sistem.
Sistem Hukum dan Administrasi Pemilu sudah "mereka" kuasai.
Dan inilah yang sesungguhnya, faktanya, membuat Anies Baswedan sulit untuk memenangkan Pemilu Februari 2024 nanti.
-------
Tetapi, di atas semua rencana manusia, ada Allah swt Sang Maha Pemilik Rencana.
Wa makarụ wa makarallāh, wallāhu khairul-mākirīn
Tak ada makar yang lebih tinggi daripada makar Allah.
Allah lah, melalui Rakyat Pemilih, yang akan menentukan siapa Presiden 2024.
Tidak ada yang sulit bagi Allah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
-------
Jadi sekarang, tinggal bagaimana RAKYAT.
Apakah Rakyat mau berjuang untuk memastikan Pemilu berlangsung secara adil dan jujur?
Apakah Rakyat mau berjuang untuk mengawal agar setiap CAPRES punya peluang yang sama dan tidak dihalang-halangi oleh kekuatan apapun?
Apakah Rakyat mau berjuang agar Demokrasi bisa berjalan dengan benar di negara ini?
dan apakah Rakyat mau berjuang untuk mendorong Pemerintah bertanggungjawab untuk menyelenggarakan PEMILU sebagai Perayaan tegaknya Demokrasi bagi seluruh Rakyat, dan bukan pesta kecil bagi segelintir orang saja?
-------
"Lho, Dokter Tifa kok nge gass? Katanya santai?"
Saya santai aja kok, kayak lagi di pantai.
Cuma gerah aja.
youtu.be/yFrlxn4dvjo