MBG justru lebih buruk daripada kapitalisme yang sering dikecam orang. Kapitalisme, meski punya banyak kekurangan, setidaknya menurunkan nilai tambah ekonomi ke rakyat bawah: kekayaan baru yang lahir dari produktivitas, inovasi, dan pasar. Hasilnya nyatanya lapangan kerja yang bertahan, upah riil naik, harga barang semakin murah, dan taraf hidup masyarakat perlahan membaik. Sementara MBG hanya memindah-mindah uang dari pajak atau utang negara untuk konsumsi sekali pakai (makan siang gratis). Tidak ada penciptaan kekayaan baru. Yang ada hanyalah opportunity cost raksasa: triliunan rupiah yang seharusnya bisa dibangun jadi infrastruktur, sekolah vokasi, atau investasi produktif, malah habis untuk makan siang temporer.