Bisnis Kendaraan Listrik
Pada sebuah esai yang pernah Saya tulis, di dalamnya Saya mengatakan bahwa Jokowi merupakan pelayan para oligarki. Selain batubara, Jokowi juga melayani bisnis kendaraan listrik, yang bahkan disubsidi oleh negara. Tapi, tahukah kalian siapa oligarki di balik kendaraan listrik? Ada nama Luhut Binsar Pandjaitan dan Moeldoko.
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menduga ada kepentingan oligarki di balik Inpres Nomor 7 Tahun 2022, di mana pada Inpres itu termuat proyek kendaraan listrik.
Dikutip dari laman DetikX, Roni Dwi Susanto (Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)), mengatakan bahwa dirinya sudah tak tahan lagi atas desakan kepentingan yang mengangkangi sejumlah aturan. Roni mundur dari jabatannya karena terus saja didesak oleh 'orang dekat' Jokowi untuk menayangkan kendaraan listrik di website E-Katalog.
"Luhut dan Moeldoko bilangnya, ke depan, akan jadi mobil pemerintahan. Jadi harus siap-siap, mobil listrik akan jadi mobil nasional." Ujar Roni. Dirinya juga mengatakan bahwa Luhut dan Moeldoko sering menyindir Roni, karena tidak bisa diajak kerja sama untuk memasukkan kendaraan listrik ke dalam E-Katalog.
Kita sering mendengar berita yang menyebutkan bahwa Pemerintah akan memberikan subsidi bagi pembelian kendaraan listrik, tentunya proyek kendaraan listrik ini tak lepas dari Oligarki yang dilayani oleh Pak Jokowi.
Padahal, Indonesia belum siap untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan nasional. Salah satu diantara banyaknya ketidaksiapan itu menurutku adalah, Indonesia masih sering terjadi banjir. Bagaimana bisa Indonesia menggunakan kendaraan listrik jika infrastrukturnya belum siap? Sama halnya dengan ketika Jokowi koar-koar soal Revolusi Industri 4.0 sedangkan cyber Indonesia belum aman, bahkan datanya sering dibobol oleh hacker.
Ditulis oleh Hara Nirankara