Joined February 2026
660 Photos and videos
Pinned Tweet
Aku belum genap 30 tahun. Gak pernah dapet gaji tapi tabunganku udah tembus miliaran berkat $freelance. Aku udah ngerjain lebih dari 500 proyek di 40 negara selama 7 tahun belakangan. Semuanya aku lakukan tanpa perlu keluar kamar karena kebetulan apes lulus kuliah tepat 2 bulan sebelum PSBB pandemi diberlakukan. Aku mulai dari harga $5 per gambar di 2020 & sekarang dibayar up to $950 per gambar. — Aku setuju banget dengan postingan kak Iril @catonlythoughts sebagai konten kreator edukasi pemula. Ngomongin duit rame, tapi ngomongin ilmu sepi. Kebanyakan orang lebih tertarik akan “apa” yg didapat ketimbang belajar “cara” yg harus ditempuh untuk mendapatkannya. Dan ini tuh menurutku bukan masalah karena kemalasan, tapi karena kebanyakan dari kita gak pernah dapat kesempatan utk “belajar cara belajar” yg benar. 🧵 Lanjut di bawah
Gue umur 30 dengan gaji 30jt dan tabungan bbrp ratus juta. 2023 gaji gue 40jt bahkan sebelum pindah tempat kerja. Tapi ini bukan konten flexing. Gue sengaja naro flexing di depan dan pasang foto di bwh biar dapet hooknya, buat kalian yg minat baca dan punya reading comprehension yg bagus, gue mau kasitau hal2 yg bikin gue di posisi skrg, follow kalau suka konten2 gini, gue bahas banyak hal dari marketing psikologis, data, finansial, sampe hal2 random lainnya. Ke bawah buat baca 1. Dont do what you love, do what you need Gue lulusan sastra, gue hrs belajar extra dan banting tulang lebih keras biar bisa paham sama data analytics, mulai dr excel ke power bi, tableau, AWS, DOMO, dll Gue gasuka belajar, tapi demand buat org2 yg menguasai tools2 yg gue sebut tadi itu gede dan gajinya pun jg gede ((btw promo dikit kalau kalian mau belajar tools2 data cek aja link di profile)) Jd semuanya gue telen trs gue just do it, tanpa mikir passion 2. Master what the market needs Market tuh butuh apa sih? Di dunia yg serba cepat ini, techbros2 itu sangat dibutuhkan, tapi bisa teknis aja tu ga cukup. Kita tu harus nguasain fundamental dr critical thinking, jangan telen mentah2. Selain teknis, kita jg hrs bisa kasih added value, apa sih yg buat org tuh mau bayar kalian mahal. If you are good at something dont do it for free Banyak orang2 indonesia punya skill teknis tp gapunya skill jualan, padhal kt hrs bisa jual diri. 3. Dont be cheap Kalian tuh kan ada duit ya bisa lah sisihin uang rokok or ngopi or belanjanya buat bayar org ngajarin kalian. Gue tau di negara kita banyak yg aneh2, tapi yg legit jg banyak kok, makanya kritislah dan cek track record. Jangan pelit2 sama diri sendiri, apalagi buat isi kepala, kalau hrs bayar buat belajar why not? Sampe sini dulu soalnya mager mau lanjut, kalau kalian baca sampe sini congrats ya kalian da oke lah reading comprehensionnya, cheers!
26
182
1,368
64,336
Lagi nonton YouTube sambil makan Indomie, eh malah nonggol video yang lagi wara-wiri dari Bloomberg. Auto langsung nonton dong, dan ternyata video berjudul “Inside Indonesia’s Market Meltdown” ini emang serenyah analogi “deep fried stocks” alias saham gorengan yang diangkatnya. Pesannya sangat jelas. Konsep abstrak dijelaskan pakai analogi ringan. Bahas yang kompleks lewat narasi simple. Sama dengan gaya kami kalau bikin utas. Makanya sekalian deh aku paparin ulang isinya supaya kita paham masalah negara kita dari sudut pandang investor asing. A thread 🧵 by Narasi Visual
Indonesia was once seen as a darling of investors. But fears of corruption and policy missteps are raising concerns about the country’s economic future bit.ly/49TGjDS
1
4
8
145
Oke, balik ke videonya. Yang bikin nyesek bukan karena Bloomberg nyinyirin negara kita. Justru karena dia tepat. Masalah yang tiap hari kita rasain tapi susah dijelasin, mereka kemas itu semua pakai gorengan dan batik, terus taruh di depan layar kita dengan jujur. Kadang butuh kamera dari media luar buat bikin kita ngeliat dengan sejelas ini.
1
3
20
Tapi di situ juga batas mereka. Orang luar bisa motret, bisa kasih nilai, bisa bikin rame. Yang gak bisa mereka lakuin: benahin. Terlepas kamu setuju atau enggak sama isinya, yang bisa ngurus rumah ini siapa lagi kalau bukan kita yang tinggal di dalamnya, terutama mereka, para kepala yang memimpinnya. #PaparanRealita
3
20
Nat & Ver retweeted
Nyari cuan di era sekarang gampang. Modal aplikasi di HP, kita bisa daftar jadi mitra: jualan, ngojek, freelance. Gak ada bos, jam kerja bebas, merdeka! Yang susah? Mastiin penghasilannya masuk ke dompet sendiri, bukan ke aplikator. Di awal masuknya gratis. Makanya kelupaan: Kita bukan yang punya rumah! Kita cuma dikasih kunci kontrakan. Terlanjur nyaman, sampai lupa cuma numpang. Hari ini aku bahas: Apa itu PLATFORM CAPITALISM dan kenapa itu penting buat kamu pahami. A thread 🧵 by Narasi Visual
Alasan grab sesungguhnya lebih kepada perlindungan brand & reputasi, jadi kalau ada kekerasan atau video viral yang menampilkan atribut Grab, nama perusahaan bisa tercoreng. Ngomong-ngomong implementasi Perpres No. 27 Tahun 2026 sudah sampai mana ya? @GrabID
19
45
151
12,640
Nat & Ver retweeted
"Pemain paling cuan justru yang gak bikin apa-apa. Mereka cuma nguasain TEMPAT ketemunya penjual-pembeli." Penasaran, siapa ya yang pertama kali kepikiran bikin platform kek gitu sampai akhirnya banyak yang ikutan menjalankan sistem yang sama, cuma beda bidang aja? 🤔
Replying to @NarasiVisual
Dulu, orang jadi kaya karena BIKIN sesuatu. Pabrik, barang, jasa. Sekarang? Pemain paling cuan justru yang gak bikin apa-apa. Mereka cuma nguasain TEMPAT ketemunya penjual-pembeli. Airbnb: "hotel" terbesar di dunia, nggak punya satu pun kamar. Ojol: armadanya jutaan, nggak punya satu pun motor. Marketplace: pasar teramai, nggak punya satu pun stok. Ekonom Nick Srnicek nyebut ini: PLATFORM CAPITALISM.
1
1
2
148
Nat & Ver retweeted
Ada presiden yang hobi pidato asbun. Naik jet pribadi keliling dunia. Foto bareng pemimpin dari berbagai negara. Bahkan secara sepihak memposisikan dirinya sebagai penjaga perdamaian. Bulan lalu Ia maksa delegasi dari “PSSI” Israel dan Palestina untuk jabat tangan. (Tentu ditolak) Tapi ini bukan presiden Indonesia. Ini Gianni Infantino, presiden FIFA. Orang yang menentukan di mana Piala Dunia dilaksanakan, dan ke mana miliaran dolar mengalir. Sepuluh tahun lalu dia naik takhta dengan satu janji: membersihkan FIFA yang busuk (yang kami telah bedah di utas sebelumnya). Masalahnya, bukannya bersih-bersih, dia malah ikut nyemplung dalam permainannya. A thread 🧵 by Narasi Visual x.com/MarioNawfal/status/204…

Mungkin banyak yang belum tahu kalau FIFA itu dijalankan melalui sistem demokrasi yang cacat. Bayangkan aja, seorang pebisnis serakah seberat 200 kg. Gak bisa jalan dan harus naik mobility scooter. Dia gak paham dan gak punya latar belakang di bidang olahraga. Tapi pria ini yang menentukan di mana PIALA DUNIA dilaksankan. Jauh dari image sportivitas, baik secara fisik maupun moral. Chuck Blazer diciduk oleh FBI atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai komite eksekutif FIFA. Dan Ia bukan satu-satunya. A thread 🧵 by Narasi Visual
10
34
82
9,424
Nat & Ver retweeted
Makasih udah bahas ini Nat. Sempet rame kan kemarin Platform naikin biaya administrasi yang mencekik seller. Sementara untuk memindahkan dari habit belanja via marketplace ke website itu susahnya setengah mati karena buyer sudah biasa dimanja oleh Platform. Padahal platform mencekik seller hampir2 seperti babunya. Disaat seperti inilah negara perlu hadir.
Nyari cuan di era sekarang gampang. Modal aplikasi di HP, kita bisa daftar jadi mitra: jualan, ngojek, freelance. Gak ada bos, jam kerja bebas, merdeka! Yang susah? Mastiin penghasilannya masuk ke dompet sendiri, bukan ke aplikator. Di awal masuknya gratis. Makanya kelupaan: Kita bukan yang punya rumah! Kita cuma dikasih kunci kontrakan. Terlanjur nyaman, sampai lupa cuma numpang. Hari ini aku bahas: Apa itu PLATFORM CAPITALISM dan kenapa itu penting buat kamu pahami. A thread 🧵 by Narasi Visual
7
1
12
974
Nat & Ver retweeted
sama aja kaya di sini nih. strategi ngonten dan jbjb pun disetir sama algoritma. semua yang udah dibangun bisa runtuh seketika kalau algoritma berubah. kita dituntut harus terus beradaptasi. bisa sih memilih untuk stick to old strategy, tapi kemungkinan besar not going to works dan bikin konten kita anyep. capitalism memang pandai menciptakan ketergantungan dan ilusi bisa memilih, seakan-akan pilihan ada banyak. nyatanya sangat terbatas dan hampir semua seragam. in the end, yang selalu menang adalah pemilik kapital.
Nyari cuan di era sekarang gampang. Modal aplikasi di HP, kita bisa daftar jadi mitra: jualan, ngojek, freelance. Gak ada bos, jam kerja bebas, merdeka! Yang susah? Mastiin penghasilannya masuk ke dompet sendiri, bukan ke aplikator. Di awal masuknya gratis. Makanya kelupaan: Kita bukan yang punya rumah! Kita cuma dikasih kunci kontrakan. Terlanjur nyaman, sampai lupa cuma numpang. Hari ini aku bahas: Apa itu PLATFORM CAPITALISM dan kenapa itu penting buat kamu pahami. A thread 🧵 by Narasi Visual
2
2
6
255
Nyari cuan di era sekarang gampang. Modal aplikasi di HP, kita bisa daftar jadi mitra: jualan, ngojek, freelance. Gak ada bos, jam kerja bebas, merdeka! Yang susah? Mastiin penghasilannya masuk ke dompet sendiri, bukan ke aplikator. Di awal masuknya gratis. Makanya kelupaan: Kita bukan yang punya rumah! Kita cuma dikasih kunci kontrakan. Terlanjur nyaman, sampai lupa cuma numpang. Hari ini aku bahas: Apa itu PLATFORM CAPITALISM dan kenapa itu penting buat kamu pahami. A thread 🧵 by Narasi Visual
Alasan grab sesungguhnya lebih kepada perlindungan brand & reputasi, jadi kalau ada kekerasan atau video viral yang menampilkan atribut Grab, nama perusahaan bisa tercoreng. Ngomong-ngomong implementasi Perpres No. 27 Tahun 2026 sudah sampai mana ya? @GrabID
19
45
151
12,640
- Perlakukan tiap platform sebagai pintu buat jemput peluang baru, bukan rumah. - Sebar pijakan. Jangan kasih semua fokus & usaha di satu platform. - Bawa pulang yang nggak bisa diambil platform: skill, pengalaman, dan koneksi langsung ke pembeli.
1
7
263
Platform boleh punya lahannya. Tapi selama kamu sadar kamu cuma numpang, kamu udah selangkah lebih merdeka dibanding mereka yang ngira udah punya rumah sendiri.
8
239