Mungkin karena beberapa hal Min, ide tersebut masih belum bisa dilaksanakan.
karena SUCI penjuriannya bukan pakai polling pemirsa di Rumah, jadinya keputusan bulatnya sudah otomatis dan tidak berubah 100 persen dari juri kompetisi di venue.
Kalo ditahan sampai Minggu depannya, tim produksi pasti harus review ulang ke juri kenapa komika A yang minggu lalu harus closemic.
Kalo pakai polling baru tuh ada show sendiri untuk eliminasi bisa dilaksanakan, kan nunggu hasil siapa yang pendukungnya lebih banyak.
Lalu, belum kebayang mood show kompetisi yang langsung dibuka oleh pengumuman komika yang closemic.
Bisa jadi membagi fokus penonton, kalo tadinya fokus khusus diberikan kepada para komika tersisa, sekarang diberikan juga kepada komika eliminasi yang bukan tidak mungkin, materinya jadi lebih lucu dibawakan pas tahu dia closemic, karena hilang beban kompetisi.
Untuk penambahan budget yang sebenarnya tidak perlu ada tak perlu dibahas lah ya, tahu sama tahu kita🤣
Tapi mungkin juga sih di kemudian hari ada format kompetisi seperti tersebut dilaksanakan, mau melihat respon penonton juga.
meskipun kalo saya sih agak riskan ya mengubah template kompetisinya😅
Eh tapi jangan2 apa ada kompetisi stand up di luar sana yang pakai format demikian?
Kalo ada kasih linknya anak muda, buat bahan pembelajaran.
Saya pernah usul tapi lupa lagi di mana. Gimana kalau eliminasi diumumkan di awal show berikutnya, semua komika punya materi close mic, tampil terakhir setelah pengumuman, dapet uang taping juga. Jadi setiap show ga ada sad ending.