Menurutku, ini tentang waktu. Beli kan karena pengin dibaca. Buku akan kebaca pada saatnya. Sabar. Baca gak pasti sehari selesai.
Asal gak mengobarkan kebutuhan primer buat gragas semua buku dibeli, oke oke aja sih.
Untukmu bukumu, untukku bukuku
Letβs have a healthy discussion π Do you guys think buying too many books counts as overconsumption, or is it forgivable because books are something valuable and beneficial?