Mau nambahin lagi biar gak pada salah paham...
Pendapat ulama dalam memandang orang yang nglakuin dosa besar (contoh = GAY) tuh bisa dibagi jadi tiga:
1⃣ Ahlu Sunnah wal Jamaah (mayoritas umat Islam) = orang yang nglakuin dosa besar itu tidak kafir. Dia bisa masuk ke neraka kalau gak taubat tapi tetep masih ada potensi masuk ke surga berdasarkan kehendak Allah.
Kalau taubat sebelum mati, insyaallah dapat ampunan dari Allah, karena ampunan Allah itu luar banget.
Dalilnya : "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni apabila Dia disekutukan dan Dia akan mengampuni dosa yang lain bagi yang Dia kehendaki" (Q.S An Nisa : 48).
Ada juga hadits seorang perempuan yang nglakuin zina lantas lapor kepada Rasulullah dan dirajam. Rasulullah mensholati perempuan itu, tapi diprotes oleh Umar bin Khattab. Rasulullah pun menjawab,"Kalau taubat perempuan itu dibagi ke 70 penduduk Madinah, cukup untuk mereka semua."
2⃣ Khawarij = menganggap kafir orang yang melakukan dosa besar. Otomatis karena dia dianggap kafir, gak ada potensi masuk ke surga.
Dalilnya: ayat dan hadits yang berisi laknat kepada para pelaku dosa besar tanpa mempertimbangkan ayat atau hadits yang berisi ampunan dari Allah SWT.
3⃣ Mu'tazilah = pelaku dosa besar berada di dua kedudukan (tidak mukmin dan tidak pula kafir). Trus gimana? Konsekwensinya adalah dia tetap bisa masuk ke surga kalau taubat. Kalau gak taubat, auto langsung masuk ke neraka.
Pendapat ini berbeda dengan ahlu sunnah yang bilang mereka tetap bisa masuk ke surga meskipun gak taubat, selama Allah menghendaki hal itu.
Tapi kan orang yang nglakuin dosa besar itu di dunia ada hukumannya?! Seperti liwath (hubungan sesama jenis) yang harus dilempar dari tempat tinggi. Apa itu gak nunjukin kalau mereka itu udah auto masuk neraka?!
Jawabnya = belum tentu. Konsekwensi duniawi itu tidak berbanding lurus dengan konsekwensi di akhirat. Bahkan kadang, konsekwensi di dunia itu bisa meringankan atau bahkan menghilangkan konsekwensi di akhirat.
Apakah para gay itu gak bisa masuk surga?
Bisa koq, selama dia masih muslim.
Liwath (hubungan sesama jenis) itu memang dosa besar. Orang yang melakukan dosa besar itu meskipun GAK TAUBAT, tetap bisa diampuni oleh Allah, kalau Allah MENGHENDAKI hal itu, selain syirik tentunya.
Tapi, kan itu masih gambling ya. Bisa jadi diampuni dan bisa jadi enggak. Nah, kalau secara logika, daripada pilih yang belum pasti, pilih yg pasti² aja.
Apa tuh? Ya taubat, selagi belum nyawa di kerongkongan atau matahari terbit dari barat. Insyaallah akan diterima taubatnya oleh Allah.
So, yuk bisa yuk kembali ke jalan yang benar.