Pernah dengar metode gamifikasi dalam pembelajaran?
Banyak orang mengira bahwa jika siswa terlihat antusias, sering mengklik, mendapatkan poin, naik level, atau bersaing di leaderboard, maka mereka pasti belajar dengan lebih baik.
Padahal, engagement tidak sama dengan learning.
Jika perhatian siswa tersita oleh poin, badge, animasi, ranking, atau hadiah, sebagian sumber daya kognitif justru digunakan untuk memahami "permainan" daripada memahami konsep yang dipelajari.
Aktivitas mental ≠ aktivitas belajar.
Seorang siswa bisa sangat aktif mengejar skor tetapi tidak membangun pemahaman konseptual yang mendalam.
Contoh:
-Murid berlomba menjawab kuis Kahoot secepat mungkin.
Fokus utama menjadi "siapa tercepat?"
Bukan "mengapa jawaban itu benar?"
Hasilnya sering meningkatkan performa kuis atau kemampuan "bermain" jangka pendek tetapi tidak selalu meningkatkan retensi informasi/pengetahuan jangka panjang.