Human, Citizen, Netizen

Joined March 2012
124 Photos and videos
Biasanya yang suka sembunyi-sembunyi maling sih. Atau garong. Atau orang-orang yang merencanakan kejahatan.
16
Manusa retweeted
Alokasi anggaran BGN tuh 1.2 triliun sehariiii... Kalian malah bikin tertutupppp? Mau bagi-bagi apa gimana???
Rapat kerja yang membahas alokasi anggaran fantastis untuk Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak dinyatakan tertutup untuk umum dan media, Senin (15/6/2026). ~RS
116
6,508
13,880
142,709
Buat Klean dan jajaran yang dipilih sebagai pelayan setiap 5 tahun Hentikan logika Klean untuk menyalahkan Rakyat . . . Orasi Menggetarkan dari Mahasiswa 👇Realitanya, semua harus tau...
152
7,743
17,190
184,603
Manusa retweeted
Rezim Anti Kritik Mobil Tiyo Ardianto Dipasangi Pelacak
444
7,842
24,998
962,820
Manusa retweeted
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?" Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya. ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
🚨ALERT!!! Lampu jalan dimatikan, Hati hati penculikan oleh satuan penyiram air keras Bocil bocil dongok berseragam lagi mode serangan tinggi ‼️‼️‼️‼️
80
10,643
22,239
366,869
Manusa retweeted
Guys, Connie Rahakundini Bakri guru besar hubungan internasional yang sekarang mengajar di Rusia baru balik ke Indonesia dan bicara sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling berani yang pernah gue dengar tentang kondisi negeri ini. Dia tidak bicara dari pinggir. Dia bicara sebagai orang yang melarikan diri dari Indonesia karena nyawanya terancam. Sebelum Prabowo dilantik Connie terlalu keras menolak proses Gibran yang menabrak konstitusi. Dia bahkan turun sendiri ke depan Istana. Bukan aktivis jalanan tapi ilmuwan pertahanan yang sudah puluhan tahun di bidangnya. Tengah malam dia dapat peringatan dari FSB intelijen Rusia bahwa dia akan diselesaikan. Diberi waktu 24 jam untuk keluar dari Indonesia. Dia menemui Ibu Megawati malam itu. Dan Ibu hanya bilang satu kalimat sambil memandangi foto lamanya bersama Bung Karno: "Kalau sudah begini lebih baik ikuti saja." Connie pergi. Dalam semalam. Dengan surat khusus dari Kedutaan Rusia. "Mungkin mau diAndri Yunuskan. Mungkin mau dimunirkan. Saya tidak tahu. Yang pasti saya harus pergi." Dari St. Petersburg dia melihat Indonesia dengan mata yang jauh lebih jernih dari siapapun yang masih ada di dalam sistem. Dan satu hal yang paling dia tekankan tentang Putin — yang menurutnya paling Indonesia tidak punya: "Kekuatan Putin yang paling saya kagumi adalah: masyarakat tidak boleh susah. Semua bahan pokok tidak ada yang naik. Apapun yang terjadi dengan negara kehidupan mendasar rakyat tidak diganggu." Rusia kena sanksi terberat dalam sejarah. McDonald's ditutup. Chanel angkat kaki. Semua brand Barat pergi serentak. Rubel pernah jatuh. Tapi besok paginya McDonald's sudah buka dengan nama baru. Coca-Cola sudah diganti merek lokal. Harga beras, minyak, kebutuhan pokok tidak bergerak. Rakyat tidak panik. Tidak mengeluh. Mereka hadapi bersama dan langsung cari solusi sendiri. Hasilnya: kepercayaan rakyat pada pemerintah tetap solid. Karena apapun yang terjadi di level geopolitik perut rakyat tidak diganggu. Bandingkan dengan Indonesia. Rupiah melemah harga beras naik. Pertamax naik. Harga obat naik 10-20%. Suku bunga naik. Dan pejabat masih bilang fundamental ekonomi kita baik-baik saja. Connie langsung tembak kenapa bedanya: "Di Indonesia para pemimpin diambil dari tanda terima kasih. Latar belakangnya apapun tidak dilihat." Putin menunjuk mantan Menteri Ekonomi muda sebagai Prime Minister khusus yang bertanggung jawab atas industri kreatif game, fashion, AI, robot semua dikembangkan masif dan terencana menggantikan yang pergi. Di Indonesia kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun tidak punya kompetensi di bidangnya. Hasilnya korupsi meledak sebelum setahun program berjalan. Soal Prabowo yang terlalu sering ke luar negeri Connie tidak basa-basi: Dalam 15 bulan menjabat 3 bulan di luar negeri. Biaya rata-rata Rp20 miliar per hari. "Rp20 miliar sehari you can do a lot. Sekolah bisa dibangun 10 sekaligus. S ementara di Aceh anak sekolah masih harus naik tali melewati arus sungai yang deras." Dan dia banding langsung: "Saya tidak pernah lihat Putin pergi ke luar negeri setiap dua minggu sekali. Tidak ada presiden yang melakukan itu. Kenapa Indonesia terus permisif?" Soal buzer yang menyerang pengkritik pemerintah Connie paling keras di sini. Dia tahu mejanya yang mana. Dia tahu nama yang mengerjakannya. Dan dia sudah kirim pesan langsung ke mereka: berhenti atau dia yang ramaikan. "Siapa yang bisa beli peralatan negara secanggih itu? Rakyat. Kenapa rakyat dipakai untuk menghantam rakyat yang sedang mencoba mengkoreksi jalannya bernegara?" Di Rusia orang yang punya pandangan berbeda tetap bisa berdebat. Yang diserang adalah argumennya bukan orangnya. Yang dikriminalkan bukan pendapatnya. Di Indonesia yang mengaku demokrasi Saiful Mujani dikriminalkan. Dino Patti Djalal diserang. Dokter Tifa dipolisikan. Hanya karena berbicara. Dan prediksi Connie soal Indonesia ke depan tidak ada yang lebih keras dari ini: "Kalau Indonesia terus berjalan seperti ini —arus ada radical break. Kalau tidak ada kita tidak bisa lanjut." Soal Pemilu 2029 dia bilang blak-blakan: "Kalau Prabowo mau jadi presiden lagi dia pasti menang. Buat apa pemilu? Cuma menghabiskan uang. Jadi stempel saja seperti Orde Baru." Dan skenario yang lebih berbahaya: Prabowo tidak maju sendiri tapi mewariskan kekuasaan ke orang yang dia sayangi. Persis pola Jokowi. "Berkuasa itu enak. Dan semua orang di sekelilingnya akan mengamini itu." Dan Connie menutup dengan satu kalimat yang menurut gue paling menyentuh dari seluruh obrolan ini: "Kami tidak minta gaji dari pemerintah. Kami tidak minta jabatan. Kami cuma ingin negara ini benar. Harusnya pemerintah berterima kasih bukan mengkriminalisasi kami." Indonesia punya sumber daya alam melimpah. Penduduk 270 juta. Posisi geopolitik yang sangat strategis. Yang tidak dimiliki Indonesia adalah satu hal paling sederhana tapi paling susah didapat: Pemimpin yang benar-benar menempatkan kesejahteraan rakyat bukan kelanggengan kekuasaan sebagai prioritas utama. Sampai itu berubah rupiah akan terus melemah. Buzer akan terus menyerang. Dan rakyat yang paling bawah akan terus membayar harga paling mahal dari semua keputusan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak pernah merasakan hidupnya.
67
1,050
2,363
84,533
Manusa retweeted
Jun 12
Dengar nggak? Kalau menterinya minta anggaran Rp5 triliun, dia kasih Rp10 triliun. Bangganya luar biasa ngomong begitu, seolah-olah itu uang dari kantong pribadi. Padahal itu uang rakyat. Heran, kok bisa merasa gagah saat menghambur-hamburkan uang yang bukan miliknya.
454
9,326
24,602
304,518
Manusa retweeted
Ahahahah.. MBG bukan bus sekolah 🥱 Mau diibaratkan apapun... MBG itu tetap sj proyek dg potensi korupsi terbesar sepanjang sejarah. Korupsinya harian bossss!!! Suka jawaban yg tenang gini Tapi menghujam jantung.. Tidak smua butuh bus sekolah Tapi smua butuh sarana prasarana pendidikan yg lbh baik Klo sopir bus ugal2an, ga bisa diganti saat busnya sedang jalan Hentikan dulu busnya, ganti sopirnya Monmaap Ternyata usia tidak menjamin kecerdasan & kejernihan berpikir Ketika otak sdh tertutup napsu menjilat 🥱
56
678
1,445
36,898
Manusa retweeted
perwakilan mahasiswa UI: "kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata" "kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia" terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
446
33,735
74,613
748,632
Manusa retweeted
Senang lihat anak muda cerdas dan berani ini NAIKKAN 1 OKTAF ✅️
132
3,135
11,544
230,647
Si kumis ngaceng "utusan" partai capLang ganti di keplak Feri Amshari. Lagi lagi dia ngebet perbaiki tata kelola program MBG yg sebenarnya rakyat sendiri tidak menginginkan itu. Apa yg skrg terjadi merupakan hasil coba-coba tanpa perencanaan yg akhirnya membuahkan dipenjaranya si Dadan CS (Celethong Sapi)
134
1,359
4,105
146,390
Manusa retweeted
Istana mengklarifikasi biaya perjalanan Prabowo ke Paris yang tembus miliaran: "Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan negara, sepenuhnya ditanggung pribadi Presiden Prabowo."— Seskab Teddy Indrawijaya, 1 Juni 2026 Mereka kira ini jawaban yang bikin tenang Ternyata ini justru membuka masalah yang jauh lebih besar. ICW: Pembiayaan urusan negara dengan uang pribadi berpotensi melanggar UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kegiatan negara tidak boleh dilakukan jika anggaran tidak tersedia ,solusinya bukan nombok dari kantong sendiri. FITRA: Kegiatan negara harus dibiayai APBN secara transparan dan akuntabel. Dana pribadi yang masuk ke kegiatan pemerintahan tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak tercatat dalam sistem keuangan negara. CELIOS: Publik berhak tahu ,biaya apa yang dibayar presiden, berapa nilainya, bagaimana mekanisme pencatatannya? Menteri Keuangan Purbaya saat ditanya: "Enggak ada aturannya." Dalam 1,5 tahun: 50 kunjungan luar negeri, 95 hari di luar negeri, estimasi APBN yang sudah keluar Rp500 miliar. (FITRA) Sementara program efisiensi anggaran memotong dana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur daerah. Jadi kalau anggaran negara kurang ,dipotong rakyat. Kalau anggaran presiden kurang ,nombok sendiri, tidak tercatat, tidak bisa diaudit. Dua aturan. Dua rakyat yang berbeda.
42
320
664
61,475
Manusa retweeted
Breaking Newss wow wow wo DPR baru saja Sahkan Revisi UU Polri, Polisi Aktif Bisa Isi Jabatan Sipil sekali lagi polisi bisa menduduki jabatan sipil artinya kedepan polisi bisa menduduki: - komisaris BUMN - direksi BUMN - Dirjen pajak bisa - deputi - pokoknya seluruh jabatan sipil TNI dan polisi udah bisa dapat jabatan sipi sementara sipil ??
524
1,780
3,840
207,804
Manusa retweeted
Ternyata bener ya bangun 40 kota setara Jakarta, internet gratis, 1 keluarga minimal 1 sarjana ini program murah pas ngeliat anggaran program MBG sekarang ini wkwk.
109
8,676
35,233
336,629
Manusa retweeted
Dari dua tahun lalu, saya konsisten mengingatkan segenap masyarakat untuk bijak mengelola risiko dan melindungi nilai tabungan kita. Ketika beban utang yang luar biasa diwariskan kepada kita, dan tren kebijakan fiskal semakin tidak terkendali, diversifikasi tabungan – termasuk menyimpan sebagian tabungan dalam mata uang yang stabil (hard currencies) seperti Dollar, Singapore Dollar, atau Euro – bukan lagi sekedar opsi investasi, melainkan langkah penting untuk melindungi keuangan keluarga dan keuangan pribadi. Perlindungan daya beli ini adalah hak masyarakat. Tentu saja, perlindungan daya beli terbaik tetap berada di tangan Pemerintah melalui perubahan orientasi kebijakan yang fundamental. Tanpa perubahan orientasi kebijakan yang menyeluruh dan mendalam, sulit melihat Rupiah dan daya beli kita bisa pulih. For the past two years, I have consistently urged the public to prudently manage risks and protect the value of our savings. With an immense debt burden inherited from the previous government, and a fiscal policy drifting further out of control, diversifying our savings – including holding a portion in stable hard currencies like the US Dollar, Singapore Dollar, or Euro – is no longer just an investment choice. It has become a vital step to protect personal and family finances. Safeguarding our purchasing power is a fundamental right of the people. Ultimately, the best solution for restoring our financial security lies in the hands of the Government through a fundamental shift in policy orientation. Without a comprehensive and deep policy overhaul, it is difficult to see how the Rupiah and our purchasing power can truly recover.
44
927
2,919
96,338
Manusa retweeted
Baru beres nonton video ini di yt. Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran. Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati : • Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus. Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja) • Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial. • Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu. • Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga. • Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar. • Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali. Source : youtu.be/zoF10HW3CPc?si=lNFT…
129
5,568
11,085
590,857
Manusa retweeted
guys jadi ceritanya ada rapat di komis x DPR dia berpendapat berdasarkan data yang dia lihat kalo semua guru honorer di indonesia digaji rata rata 5 juta aja sebulan itu hanya menghabiskan anggaran 208 triliun per tahun kalo 10 juta hanya 416 triliun rupiah itu setara dengan anggaran MBG kopdes sekarang massih ada kembalian 50 triliun berarti anggarannya ini ada dong dari dulu tapi emang guru di indonesia masih dianggap sebelah mata dan kurang diperhatiakan menurut kalian lebih penting gurunya dulu di perhatikan atau program MBG Kopdes dulu? mengingat gaji honorer masih ada yang 250 rb/ bulan
375
2,440
10,006
376,346
Manusa retweeted
INI MAL-ADMINISTRASI GAK SIH? PRABOWO BENER-BENER GAK PAHAM TATA KELOLA UANG NEGARA YA? Masak, Menteri minta anggaran 5 triliun, dikasih 10 triliun. Minta 100 triliun, kalau bisa dikasih 335 triliun. (MBG) Nyambung juga, ditanya sumber uang plesiran darimana, kalo ada lebihnya ditanggung sndiri. Lah emg bisa campur2 gtu? Sembarangan banget.. Terlepas dari itu, Rakyat cuma minta satu hal: Uang sebanyak itu hasilnya apa? Kalau sekolah masih rusak, jalan masih berlubang, harga kebutuhan terus naik, dan korupsi masih jalan, yang dibutuhkan bukan anggaran lebih besar, tapi pengawasan yang lebih besar. Karena yang membuat negara maju bukan seberapa banyak uang yang dibelanjakan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.
518
4,455
11,504
360,720
Manusa retweeted
Guys, ada pernyataan dari Anies Baswedan yang menurut gue paling jujur dan paling berani tentang sesuatu yang jarang diakui secara terbuka oleh mantan pejabat manapun. Anies menyebut kata yang selama ini hanya bisik-bisik di kalangan orang dalam: kriminalisasi. Dan dia tidak hanya bicara tentang dirinya sendiri. Pertama fakta yang paling mengejutkan: Selama Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta KPK menggelar perkara atas kasusnya sebanyak 19 kali. Bukan sekali. Bukan dua kali. Sembilan belas kali. Jaya Suprana pendiri MURI bahkan sempat nyeletuk: "Mas, kenapa enggak diusulkan masuk MURI aja?" Karena normalnya gelar perkara itu dilakukan sekali atau dua kali. Kalau tidak ketemu kasusnya selesai. Ini 19 kali. Dan hasilnya: lewat semua. Dan ini yang paling penting Anies menyebut kata kriminalisasi secara terbuka: "Tantangan soal berada di pemerintahan itu akhir-akhir ini adalah kriminalisasi. Dan itu fakta. Saya pun merasakan proses itu. Teman saya merasakan juga. Tom Lembong dan yang lain-lain sekarang sedang merasakan juga." Ini bukan tuduhan tanpa nama. Ini disebut langsung. Tom Lembong mantan Menteri Perdagangan era Jokowi yang kini tersangka disebut sebagai contoh konkret. Dan yang paling berat dari kalimat itu: Anies tidak bilang ini sebagai keluhan. Dia bilang ini sebagai fakta yang perlu diakui dan dihadapi. Dan ini tentang strategi bertahan yang paling praktis bukan teori: Anies tidak curhat panjang lebar. Dia langsung ke pelajaran konkret dari 19 kali gelar perkara yang dilewatinya. Pertama: ketaatan pada SOP. Ini adalah satu-satunya perisai yang benar-benar bisa dipegang. Kalau setiap keputusan dibuat sesuai prosedur ada argumen yang bisa dipertahankan di manapun, termasuk di hadapan penyidik yang mencari celah selama berbulan-bulan. Kedua: menangkan hati bawahan. Pejabat dan pemimpin itu dua hal berbeda. Pejabat: kata-katanya diikuti karena ada otoritas. Pemimpin: kata-katanya diikuti karena dipercaya. Ketika bawahan benar-benar percaya pada apa yang dikerjakan mereka menjadi bagian dari perlindungan itu. Mereka tidak mudah dipakai untuk menjatuhkan atasan. Ketiga: berteman dengan semua termasuk lawan. Bukan berarti setuju dengan semua. Tapi berinteraksi dengan semua. Karena di Indonesia jaringan pertemanan adalah mata uang yang paling nyata dalam navigasi politik dan birokrasi. Dan ini yang paling miris dari seluruh gambaran yang Anies lukiskan: Dia menggambarkan masuk ke birokrasi Indonesia setelah bertahun-tahun di sistem yang efisien di Amerika seperti: " Habis naik kendaraan di jalur cepat tiba-tiba pindah ke jalur lambat." Dan pilihannya cuma dua: tetap ngebut dan nabrak semua orang atau melambat dulu sambil pelan-pelan mengajak yang lain untuk tambah kecepatan. Yang kedua jauh lebih sulit. Tapi yang pertama tidak menghasilkan apa-apa selain kecelakaan. Dan ini yang paling relevan dengan kondisi sekarang: Anies berbicara tentang kriminalisasi pejabat bukan sebagai fenomena yang baru. Tapi sebagai pola yang sudah terlihat dan terus berulang di mana mereka yang berani membuat keputusan di dalam sistem sering kali justru menjadi sasaran ketika angin politik berubah. Tom Lembong bukan satu-satunya contoh. Anies sendiri mengalami 19 kali gelar perkara. Dan pertanyaan yang tidak dia ucapkan tapi menggantung di udara: berapa banyak pejabat lain yang kompeten dan berintegritas yang akhirnya memilih tidak masuk ke sistem karena risikonya terlalu besar? Sistem yang mengkriminalisasi pejabat yang bekerja sesuai prosedur dan membiarkan yang korup berjalan bebas adalah sistem yang sedang memilih siapa yang akan bertahan di dalamnya. Dan pilihan itu punya konsekuensi jangka panjang: yang kompeten akan berpikir dua kali sebelum masuk. Yang tidak punya integritas tapi pandai bermain akan terus ada. Anies lewat dari 19 kali gelar perkara. Tapi tidak semua orang punya ketahanan dan jejaring yang sama untuk melewati proses itu. Dan selama sistemnya tidak berubah pola ini akan terus berulang.
55
416
1,112
51,933
Manusa retweeted
Potret para pejabat yg sedang menonton kesengsaraan rakyatnya dr tempat yg mewah, nyaman dan tentunya dengan sajian makanan mahal dr uang pajakmu❤️
640
15,551
47,290
1,593,403