Ekonom Universitas Indonesia Teuku Riefky ditanya di Kompas TV: apa rekomendasi utama untuk Presiden Prabowo?
Jawabannya tiga kata pertama: acknowledge the problem.
Bangun sense of crisis.
Karena menurut dia, itulah yang paling dikhawatirkan investor dari Indonesia saat ini , pemerintah tidak terlihat menganggap masalah ini serius.
Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand , semua negara tetangga merespons tekanan ekonomi global dengan lebih dulu mengakui ada masalah. Baru membangun optimisme.
Indonesia?
Presidennya pernah menyepelekan pelemahan rupiah di depan publik.
Menterinya bilang "fundamentalnya aman."
Jubir energinya bilang kenaikan Pertamax sudah "dihitung secara bijak."
Hasilnya: capital outflow yang deras dan konsisten selama berbulan-bulan.
IHSG yang baru naik karena , kata ekonom UI sendiri ,"obat sementara": buyback saham Himbara dan kenaikan suku bunga darurat BI.
Bukan karena fundamental yang membaik.
Bukan oposisi yang bilang ini.
Bukan aktivis jalanan.
Ini ekonom dari universitas negeri terbaik Indonesia, bicara di televisi nasional, 9 Juni 2026.
Kalau para ahlinya sudah bicara sekeras ini, siapa yang sedang didengar di Istana?