Turut prihatin atas kejadian ini. Semoga tidak terulang lagi ya kasus-kasus seperti ini. Terutama soal “skripsi yang dibuang”.
Inilah kenapa kampusku memilih untuk paperless.
Sudah tidak ada mahasiswa yang cetak draft skripsi selama bimbingan atau pun ketika sidang.
Jadi dosen penguji jangan jahat jahat yaa, tadi saya sidang skripsi, terus skripsi saya dibuang dan di bilang tidak layak dengan suara yang keras, saya merasa direndahkan, hati saya sangat sakit, beliau tidak mau mendengar penjelasan saya dan akhirnya dinyatakan kelulusannya di pending..
Padahal dibalik draft yang dibuang itu, ada uang yang sisa 300rb, print semua draft skripsi dengan total 272rb.. Setelah print selesai dan kemudian di jilid saya baru ngeh ternyata tempat print pakai word 2010
Asal skripsinya jangan dibuang bu, saya gak tidur tidur buatnya itu🥹
cc:threadpokameamey