Berikut adalah penyebab utama dan cara mengatasi bulir padi kopong.
Penyebab Bulir Padi Kopong (Hampa)
1. Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Mengisap cairan bulir padi pada fase masak susu, menyebabkan bulir hampa atau coklat kehitaman.
2. Penggerek Batang (Beluk): Ulat memakan batang bagian dalam, memutus nutrisi ke malai, mengakibatkan malai hampa, putih, dan mudah dicabut.
3. Penyakit Blas dan Jamur: Infeksi jamur Pyricularia oryzae pada leher malai (blas leher) menyebabkan aliran nutrisi terhenti, sehingga bulir tidak terisi.
4. Kekurangan Nutrisi (Kalium & Fosfor) Kurangnya K dan P pada fase generatif menyebabkan pengisian bulir tidak maksimal.
5. Faktor Lingkungan & Teknis Kekeringan saat bunting, kelebihan Nitrogen, serta penyemprotan pestisida saat padi sedang berbunga (siang hari) dapat menggagalkan penyerbukan.
Cara Mengatasi Bulir Padi Kopong
Pengendalian Hama & Penyakit.
1. Gunakan insektisida sistemik untuk walang sangit dan penggerek batang tepat waktu, terutama pada fase bunting hingga keluar malai.
2. Aplikasikan fungisida berbahan aktif seperti Propiconazole atau Tricyclazole untuk mencegah blas leher.
3. Pemupukan Seimbang
Kurangi urea saat fase generatif.
Tingkatkan pupuk Kalium (KCL) dan Fosfor (SP36/TSP) untuk memperkuat batang dan memaksimalkan pengisian bulir.
4. Manajemen Air & Budidaya
Pastikan air cukup saat fase bunting hingga pengisian, jangan sampai sawah kering.
5. Hindari penyemprotan insektisida/fungisida antara pukul 09.00 - 12.00 WIB untuk mencegah terganggunya proses penyerbukan.
6. Penggunaan Varietas Unggul: Gunakan benih bersertifikat yang tahan terhadap penyakit blas dan wereng.
Tindakan Preventif :
- Menanam secara serempak untuk memutus siklus hama.
- Pembersihan gulma di sekitar pematang untuk mengurangi inang hama.
Semoga Bermanfaat... 🙏