Pak, putra-putri kami mahasiswa Indonesia yang di Indonesia yang kampusnya mendadak jadi pengelola MBG, yang pengajarnya melakukan plagiasi, yang UKT-nya naik tanpa dibarengi peningkatan sarana kampus TAPI MASIH TURUN KE JALAN di Bandung, Yogya, Makassar dan Jakarta serta berbagai kota lainnya menggugat rezim sejak 2019 lewat berbagai aksi.
Jadi rehat dulu bahas kirim2 mahasiswa Indonesia ke LN. Sejenak saja. Di sini tanah kami tanah air mata.
80 mahasiswa Indonesia di Harvard, dibanding Tiongkok yang lebih dari seribu dan ratusan dari Korea.
Dalam gambaran lebih luas, hal serupa terjadi. Pada 2023, Tiongkok mengirim sekitar 1 juta mahasiswa ke luar negeri, India sekitar 800 ribu, sementara Indonesia hanya 70 ribu mahasiswa.
Dan kalau kita lihat lanskap politik Indonesia, 88% kepala rumah tangga & 93% orang dengan hak untuk memilih tidak memiliki pendidikan tinggi.
Angka di atas menunjukkan gejala dari masalah struktural, yang selama ini tidak berhasil membebaskan kita dari middle income trap. Bahwa skor IQ bangsa masih jauh di bawah yang dibutuhkan.
Pertanyaannya bagaimana kita bisa membawa skor itu naik?