Kata “Pancasila” sudah ada jauh sebelum diperkenalkan dalam sidang BPUPKI oleh Bung Karno. Kata “Pancasila” dapat ditemukan dlm 2 kitab: Sutasoma (Mpu Tantular) dan Negarakertagama (Mpu Prapanca).
“Astam sang catursrameka,
Tarinen ring Pancasila Krama
Widya mwang brata lan tapanya
Uningen de Sri Narendra dwipa”
Wajibkanlah dalam setiap tahapan Catur Asrama untuk menghayati ajaran Pancasila Krama, dengan segala teori dan prakteknya, juga kepada para pemimpin negara (Sutasoma)
“Yatnanggegwani Pancasyila Kertasangkarabhisekakakakrama”.
Raja menjalankan dengan khidmat kelima pantangan itu, demikian juga dalam berbagai upacara ibadah dan dalam berbagai penobatan (Negarakertagama).
“Catur Asrama” merujuk ajaran Hindu. “Pancasila” merujuk ajaran Buddha. “Bhinneka Tunggal Ika” merujuk Siwa dan Buddha, berbeda tetapi tunggal (satu).