yang bikin sedih tuh bukan cuma banyaknya anak muda yang terjerat pinjol, tapi juga gampangnya orang ngecap mereka bodoh, konsumtif, atau ga bisa ngatur uang. padahal hidup ga sesederhana konten "cara mengatur keuangan blabla" yang ada di sosmed....
orang sering ngomong "makanya punya dana darurat."
lah dana darurat itu dibangun dari uang yang bisa disisihkan, gimana kalau dari awal penghasilannya cuma cukup buat makan, bayar kos, listrik, transport, dan kebutuhan sehari-hari? ga semua orang punya ruang untuk nabung ratusan ribu atau jutaan tiap bulan.
belum lagi kalau ada keluarga sakit, kena PHK, usaha sepi atau kebutuhan yang urgent. mana kondisinya ga punya aset, ga punya akses pinjaman ke bank, dan ga ada orang yang bisa dimintain tolong jadinya ya tinggal pilihan yang terburuk yaitu mereka terpaksa minjol.
pinjol itu bukan solusi yang baik tapi banyak orang terpaksa masuk bukan karena pengen tapi karena buntu alias kepepet.
makanya menurutku kita perlu lebih banyak empati dan lebih sedikit menghakimi karena buat sebagian orang bertahan hidup sampai bulan depan aja kadang udah jadi perjuangan๐ช๐ฅน
๐ญ sedih kalo liat ada yang jijik sama anak muda yang terjerat pinjol. Karena kadang ada yang terpaksa pinjol buat berobat keluarga, buat bertahan hidup, buat kebutuhan mendesak lain dan ga ada yang bisa nolong. Semoga semua yang sedang berjuang dipermudah jalannya๐ฅน