Joined January 2020
16,708 Photos and videos
Ponpes lagi Ponpes lagi Jadi yang haram itu cuman babi. . . . . Eeek cuhhh
1
16
Un hombre afgano compra a una niña de 10 años como su tercera esposa, tras asesinar a sus dos primeras esposas menores de edad por "deshonrar" a su familia musulmana al desobedecer y no complacer a su dueño. Como su tercera esposa, la niña sufrió años de tortura, violación y abusos inimaginables hasta que finalmente logró escapar. Esta espeluznante historia se presenta en el documental "Valía por 50 ovejas", que narra la valiente historia de Sabere y su lucha por la supervivencia en Afganistán antes de la llegada de los talibanes al poder. La vida de las mujeres y las niñas ya era brutal bajo las normas islámicas. Desde la toma del poder por los talibanes y la imposición total de la estricta ley islámica, la situación ha empeorado infinitamente: • Las niñas tienen prohibido el acceso a escuelas y universidades. • Las mujeres son obligadas a cubrirse completamente y permanecen encerradas en sus casas. • Los matrimonios infantiles, las palizas y los crímenes de honor se han disparado. Esto no son "diferencias culturales". Esto es opresión islámica sancionada por el Estado. Sin embargo, el mundo permanece en gran medida en silencio. Reconocer este horror implicaría admitir la verdad sobre el islam político: trata a las mujeres y niñas como propiedad, no como seres humanos. Occidente sigue importando esta ideología mientras pretende que todas las culturas son iguales. No lo son. Compartan esta verdad. El abuso sistemático de niñas bajo el islam debe ser denunciado, no ocultado tras la corrección política. @LizaRosen0000
1
1
21
Replying to @nurmannurakhmad
Oh no beda banget. Ka'bah bukan simbol tapi arah saat sholat. Sangat berbeda sekali dg konsep simbol. FYI dulu arah kiblat sholat adalah Solomon Temple a.k.a Masjid Al Aqsha
1
2
23
Replying to @SukaFilm5
Secara semiotik, sesuatu tidak berhenti menjadi simbol hanya karena ia memiliki fungsi praktis. Justru simbol yang paling kuat biasanya memiliki fungsi praktis sekaligus fungsi makna. Ka'bah adalah contoh yang bagus. Ia berfungsi sebagai orientasi ritual. Sekaligus sebagai penanda identitas kolektif umat. Karena itu ane kurang tertarik memperdebatkan apakah Ka'bah "simbol" atau "arah". Yang lebih menarik adalah mengapa penjelasan simbolik terhadap objek religius diterima ketika datang dari dalam tradisi sendiri, tetapi sering ditolak ketika datang dari tradisi lain. Itu problem hermeneutik yang sedang ane soroti.
16
Astaghfirullahal-adziim, alladzii laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuum, wa atubu ilaiih. Kira2 demikian bacaan dzikir,tapi kok ya di toilet Sungguh mulia umat ini dimana-mana tidak lupa ber dzikir...! ☝️ 😁
2
2
30
Kalian sadar atau tidak, semenjak Prabowo jadi Presiden, Hal-hal ini yg hilang : - Tidak ada perhelatan internasional yg tersorot seperti G20, Seagames dll, dimana Indonesia sebagai Tuan Rumah - Tidak ada capaian infrastruktur yg bertambah - Tidak ada satu pun proyek infrastruktur besar yang diumumkan dan terasa nyata Zaman Jokowi: banyak dikritik, tapi jejaknya ada. Zaman Prabowo: banyak dijanjikan, tapi jejaknya sampe sekarang ngk ada.. Dan sementara itu, target pajak APBN 2026 sudah dipatok Rp 2.357,7 triliun. Siap tidak siap, rakyat yang bayar.
10
Replying to @iphone7decoco
16/24 Catatan: Angka OIC di bawah merupakan rata-rata negara-negara anggota OIC, bukan total output gabungan seluruh OIC.
6
Mengapa sebuah negara berpenduduk kurang dari 10 juta orang memiliki jejak ilmiah global yg begitu besar? Mengapa blok 57 negara dgn hampir 2 miliar penduduk masih tertinggal dlm banyak indikator sains n teknologi? Mari lihat datanya. *OIC=Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
1
1
13
gunanya polisi itu untuk apa tho oom @TaliUdeng @NamoAryatara ?
BEM UI TUNJUKKAN CHAT KE POLRES, BANTAH TAK ADA PEMBERITAHUAN DEMO 12 JUNI Athof, Ketua BEM Ul: "Bagaimana bisa mereka mengklaim bahwa aksi 12 Juni kemarin tidak ada pemberitahuan. Tidak ada surat yang dikirimkan." "Pada faktanya, di sini saya telah memegang buktinya. BEM UI telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Wakasat Polres Jakarta Pusat terkait aksi di Bunderan HI." "Cuma, kita juga tidak usah kaget dikarenakan Polri hanya institusi yang membela kepentingan elit." "Polri tidak ada untuk melindungi kepentingan rakyat. Polri tugasnya hanya berbohong setiap saat."
27
Ya-lah. Gimana bisa bahagia jika setiap menjerit dan menyebut "Haluhu... eh, Allahu Akbar" bawaannya ngamuk-ngamuk, sambil menyembelih yang lain. Lha, dogma narsistik, tantruman penuh kebencian emangnya sulap yang bisa menghasilkan output umat bahagia? 🤡🤡🤡
1
1
15
Guys, ada satu momen yang menurut gue paling absurd dan paling menggambarkan betapa terbaliknya logika moral di negeri ini. Idrus Marham Wakil Ketua Umum Golkar bicara soal etika dan kesopanan. Dan dia mengkritik seorang eks aktivis mahasiswa karena katanya "tidak pantas". Sekarang coba tebak siapa Idrus Marham? Ini rekam jejaknya yang dia sendiri pasti hafal di luar kepala: 24 Agustus 2018 mundur dari Menteri Sosial Kabinet Jokowi karena terjerat kasus korupsi proyek PLTU Riau-1. 15 Januari 2019 didakwa menerima suap Rp2,25 miliar dari seorang pengusaha. 23 April 2019 divonis 3 tahun penjara, denda Rp150 juta. 18 Juli 2019 hukumannya diperberat jadi 5 tahun penjara oleh pengadilan tinggi setelah KPK mengajukan banding. 3 Desember 2019 ajukan kasasi ke MA. Hukumannya disunat jadi 2 tahun penjara, denda Rp50 juta. 18 Desember 2019 eksekusi ke Lapas Cipinang. 11 September 2020 bebas. Total waktu di penjara: kurang dari setahun. Dari hukuman awal 5 tahun yang sudah diperberat KPK. Dan sekarang orang dengan rekam jejak seperti ini berdiri di depan media dan bicara: "Ada etika-etika kebangsaan kita. Bahasa-bahasa yang digunakan seperti saudara Tiyo itu sangat tidak pantas diucapkan." Dan dia bahkan mempertanyakan kapasitas Tiyo: "Bayangkan kalau orang-orang seperti itu nanti muncul sebagai pemimpin mau jadi apa negeri ini?" Coba kita balik pertanyaannya, Pak Idrus: Bayangkan kalau orang yang pernah menerima suap Rp2,25 miliar dari proyek PLTU yang seharusnya dipenjara 5 tahun tapi keluar kurang dari setahun karena kasasinya disunat MA sekarang jadi Wakil Ketua Umum partai terbesar dan bicara soal etika kebangsaan ke generasi muda. Mau jadi apa negeri ini, Pak? Dan ini yang paling ironis dari semua ini: Tiyo apapun kritiknya, setuju atau tidak dengan caranya setidaknya dia belum pernah dipenjara karena mencuri uang rakyat. Dia kritik dengan kata-kata. Mungkin kasar. Mungkin tidak elegan. Tapi yang dia rusak hanya perasaan orang yang dikritik. Idrus Marham uang yang dia ambil itu uang proyek PLTU. Proyek listrik yang seharusnya untuk rakyat. Yang dia rusak bukan perasaan tapi kepercayaan publik dan uang negara yang nyata. Dan sekarang yang merasa berhak menggurui soal etika adalah yang mencuri uang rakyat bukan yang sekadar pakai kata-kata kasar. Di Indonesia standar moral memang sudah sangat terbalik. Orang yang pernah terbukti korupsi, dipenjara, lalu keluar dengan hukuman yang sudah dipotong-potong bisa kembali jadi pejabat partai dan menggurui anak muda soal etika dan nilai kebangsaan. Sementara yang dikritik meskipun caranya bisa didebat setidaknya belum pernah merampok uang rakyat sepeser pun. Kalau Idrus benar-benar peduli soal etika dan masa depan bangsa mungkin yang pertama harus dia lakukan bukan menggurui Tiyo. Tapi bercermin pada rekam jejaknya sendiri dan bertanya pada diri sendiri: dengan rekam jejak seperti itu, apa kapasitas dia untuk bicara soal kepantasan? Pepatah lama masih berlaku: maling teriak maling. Tapi yang ini lebih parah koruptor mengajari orang soal kejujuran moral.
2
3
33
syarat jd pejabat: konyol & tolol ya oom @TaliUdeng @NamoAryatara ?
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Qodari, menjawab tuntutan BEM UI hari ini: "Kenapa jangan berhenti? Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu?" Pertanyaan bagus, Pak. Sekarang izinkan rakyat yang balik tanya: 📌 Januari–September 2025: ribuan anak keracunan massal dari MBG, tercatat Kemenkes dan dilaporkan publik 📌 ICW: 102 yayasan pengelola MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, aparat, dan militer. Bukan dipilih berdasarkan kompetensi gizi 📌 Biaya bangun dapur SPPG: antara Rp600 juta sampai Rp2,5 miliar per unit, tanpa standar harga yang jelas , ICW sebut ini indikasi mark-up 📌 Transparency International Indonesia sudah peringatkan sejak Juni 2025: MBG "dikepung risiko korupsi sistemik" 📌 Juni 2026: tiga pejabat BGN : Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung , ditahan Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi tata kelola MBG Anggaran program ini: Rp335 triliun APBN 2026. Jadi bukan mahasiswa yang mau menghentikan ibu hamil menyusu, Pak. Yang diminta dihentikan adalah program senilai Rp335 triliun yang terbukti keracunan massal, dikelola yayasan afiliasi partai, dan sudah memenjarakan tiga pejabatnya sendiri. Atau semua itu belum cukup untuk disebut masalah?
7
2 minutes silence for those people who have sympathy for Uyghurs. Nationality is irrelevant to them. Their only goal is Jihad against Kaffirs.
14
🤔81-year-old grandmother Ava Estelle was absolutely furious when she learned that two thugs had raped her 18-year-old granddaughter. She tracked down the unsuspecting ex-convicts… and shot off their testicles. “This elderly woman spent a week hunting those men down, and when she found them, she took revenge in her own way,” said Melbourne police investigator Evan Delp. Then she took a taxi to the nearest police station, placed the pistol on the sergeant’s desk, and calmly said: “These bastards will never rape anyone again, by God.” Police say convicted rapist and robber Davis Furth, 33, lost both his penis and testicles when the enraged Ava opened fire with a 9mm pistol inside the hotel room where he and his former cellmate Stanley Thomas, 29, had been hiding. The vigilante grandmother also shot Thomas in the groin, though doctors reportedly managed to save his mutilated penis. “Thomas technically didn’t lose his manhood,” Detective Delp told reporters, “but according to the doctor I spoke with, he won’t be using it the way he used to.” “Both men are still in pretty bad shape, but I think they’re just happy to be alive after what happened.” “Grandma Rambo” began hunting the attackers on August 21 after her granddaughter Debbie was abducted and raped in broad daylight by two knife-wielding criminals. “When I saw the look on Debbie’s face that night in the hospital, I decided I would punish those bastards myself because I thought the law had become too soft,” recalled the former librarian. “I wasn’t afraid of them — because I have a gun, and I’ve been shooting all my life. And I’m no fool; I didn’t turn it in when the gun laws changed.” Using police sketches and her granddaughter Debbie’s description of the attackers, Ava spent seven days wandering through the district where the crime occurred until she spotted the rapists entering a cheap hotel where they were staying. “I knew it was them the moment I saw them, but I still took photos and went back to Debbie, and she said, ‘Damn right, that’s them,’” the grandmother recalled. “So I went back to that hotel, found their room, knocked on the door, and as soon as the tall one opened it, I shot him right between the legs — right where it would hurt the most. Then I walked in and shot the other one while he backed away begging me to spare him. After that, I went straight to the police station and turned myself in.” Now bewildered law enforcement officials are trying to decide what to do with the vigilante grandmother. “What she did was wrong, and she broke the law, but it’s hard to throw an 81-year-old woman in prison,” Delp said. “Especially when three million people in the city want to elect her mayor.”
2
mosok jeruk makan jeruk ya oom @TaliUdeng @NamoAryatara ?
Pantesan skandal korupsi MBG miliaran per hari nggak sanggup membubarkan BGN
11