Ajakan demo palsu belakangan ramai beredar di media sosial hingga grup percakapan WhatsApp. Poster yang digunakan terlihat asal-asalan, tanpa kejelasan siapa penanggung jawabnya, tapi tetap mengatasnamakan kelompok mahasiswa maupun organisasi masyarakat sipil. Dari penelusuran kumparan, salah satunya adalah pesan berantai yang mencatut nama BEM Universitas Pakuan (Unpak) untuk demo besar di Bogor. Namun, BEM Unpak menegaskan informasi itu bukan berasal dari mereka.
Fenomena ini juga marak di platform X. Beberapa poster ajakan demo palsu beredar tanpa kredibilitas, bahkan ada yang mencantumkan istilah ACAB, ungkapan peyoratif yang ditujukan kepada polisi. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan adanya pihak yang mencoba memanfaatkan isu demonstrasi untuk kepentingan tertentu dengan cara menebar hoaks.
Ketua Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko Nugroho, menegaskan ajakan demo palsu semacam ini sangat berbahaya. Menurutnya, hoaks tak hanya memicu keresahan publik, tetapi juga berpotensi menciptakan kerusuhan di lapangan. Ia menggambarkan, kondisi ini ibarat api kecil yang kemudian disiram bensin berupa hoaks, sehingga membuat kobarannya semakin meluas dan sulit dikendalikan.
📸: Dok. kumparan/Farusma, kumparan, kumparan/Aditia Noviansyah, kumparan/Amar Marpaung, kumparan/Linda, kumparan/Fadhil Pramudya.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik
kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#focus #ajakanpalsu #news #svl #hoaks #demopalsu #polisi #polri #mafindo #cekfakta #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan