belajar bareng

Joined January 2015
4,402 Photos and videos
Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Maka, bershawat dan salamlah kepadaku, karena sesungguhnya shalawat dan salam kalian akan sampai kepadaku di mana pun kalian berada.” —Syifa’ as-Saqam
6
zaada retweeted
bayangkan : tanganmu dicium lelaki paling mulia Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad
Saat Rasulullah Saw kembali dari Perang Tabuk dan memasuki Madinah, beliau berpapasan dengan seorang lelaki. Beliau lalu memperhatikan tangan lelaki itu; kasar, menghitam, dan tampak kemerahan. Melihat keadaan tersebut Rasulullah kemudian bertanya, “Mengapa tanganmu sekasar ini?” Lelaki itu menjawab dengan jujur, “Wahai Rasulullah, setiap hari aku membelah batu-batu besar. Hasil dari membelah batu itulah yang aku bawa ke pasar untuk kujual, lalu uangnya kugunakan demi menafkahi istri dan anak-anakku.” Mendengar kejujuran dan kegigihannya, Rasulullah langsung meraih tangan lelaki tersebut, lalu menciumnya seraya bersabda, “Tangan ini tidak akan pernah tersentuh api neraka.”
1
1
121
Konon, Werkudara ini adalah bentuk manifestasi dari rukun Islam yang kedua, shalat. Ia anak nomor dua, merepresentasikan rukun Islam kedua sebagai tiang iman. Ia sehari-hari berbahasa ngoko kepada siapa saja, tapi kalau sudah ketemu sama Dewa Ruci ia langsung berbahasa mlipis; ini seperti shalat yang harus menggunakan bahasa khusus (Arab) saat menghadap Allah Swt. Rambutnya yang memakai model supit urang melambangkan dawamul wudhu’ agar selalu dalam keadaan suci, kuku Pancanaka-nya melambangkan kekuatan menjaga shalat lima waktu, serta jari telunjuknya yang teracung melambangkan tahiyat.
Namun orang kasar blakasuta dan tulus apa adanya malah bertemu dengan Tuhan. Bima, satu-satunya tokoh yang bisa bertemu dengan Tuhan dan mendapat ilmu kasampurnan urip, ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.
4
7
319
Saat Rasulullah Saw kembali dari Perang Tabuk dan memasuki Madinah, beliau berpapasan dengan seorang lelaki. Beliau lalu memperhatikan tangan lelaki itu; kasar, menghitam, dan tampak kemerahan. Melihat keadaan tersebut Rasulullah kemudian bertanya, “Mengapa tanganmu sekasar ini?” Lelaki itu menjawab dengan jujur, “Wahai Rasulullah, setiap hari aku membelah batu-batu besar. Hasil dari membelah batu itulah yang aku bawa ke pasar untuk kujual, lalu uangnya kugunakan demi menafkahi istri dan anak-anakku.” Mendengar kejujuran dan kegigihannya, Rasulullah langsung meraih tangan lelaki tersebut, lalu menciumnya seraya bersabda, “Tangan ini tidak akan pernah tersentuh api neraka.”
Roti 3.000 perbutir, ditawar jadi 2.000 minta di nota tetap tulis 3.000... Gak malu ya.
12
15
69
7,373
Salah seorang ulama berkata: "Kegelisahan manusia terletak pada empat perkara: kegelisahan terhadap agamanya karena takut tersesat, kegelisahan terhadap dunianya karena berbagai musibah, kegelisahan terhadap keluarganya karena perselisihan, dan kegelisahan terhadap hartanya karena khawatir hilang atau berkurang." Jika Allah menjaga keempat perkara itu untuk seorang hamba, niscaya sebagian besar kegelisahannya akan terangkat. Karena itulah, termasuk doa yang diajarkan Nabi Saw untuk dibaca setiap pagi dan petang adalah: "Allahumma inni as'alukal 'afwa wal 'afiyah fi dini wa dun'yaya wa ahli wa mali (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku)."
24
91
1,928
zaada retweeted
Barangkali alasan kita masih bisa berkata, "Ya Allah..." adalah karena Allah belum berhenti memanggil kita untuk kembali kepada-Nya. 🥹
Dikisahkan, ada seorang ahli ibadah yang senantiasa bermunajat kepada Allah. Pada suatu malam, setan berbisik kepadanya: “Engkau telah memanggil Allah bertahun-tahun, namun tak pernah sekalipun engkau mendengar jawaban ‘Labbaik’ (Aku memenuhi panggilanmu). Maka, untuk apa lagi engkau memanggil-Nya?” Ahli ibadah itu pun terdiam. Hatinya hancur dan ia tertidur dalam penuh kegelisahan. Dalam tidurnya, ia mendapat sebuah jawaban yang menggetarkan jiwa: “Wahai hamba-Ku, bukankah ucapanmu ‘Ya Allah’ itu sendiri adalah ‘Labbaik’ dari Kami untukmu? Seandainya Kami tidak mencintaimu, niscaya Kami tidak akan pernah menggerakkan lisanmu untuk mengingat Kami.” Sebagai manusia, kita sering merasa bahwa doa kita tidak terjawab, padahal bisa jadi kemampuan kita untuk terus beribadah dan memohon kepada-Nya adalah jawaban itu sendiri. Maka, jangan pernah bosan untuk memanggil dan menyeru kepada-Nya. Sebab, dalam salah satu firman-Nya, Allah Swt telah berjanji: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengingatmu.” (QS. al-Baqarah: 152).
1
7
174
فاذكروانى اذكركم واشكروا لى ولا تكفرون
Dikisahkan, ada seorang ahli ibadah yang senantiasa bermunajat kepada Allah. Pada suatu malam, setan berbisik kepadanya: “Engkau telah memanggil Allah bertahun-tahun, namun tak pernah sekalipun engkau mendengar jawaban ‘Labbaik’ (Aku memenuhi panggilanmu). Maka, untuk apa lagi engkau memanggil-Nya?” Ahli ibadah itu pun terdiam. Hatinya hancur dan ia tertidur dalam penuh kegelisahan. Dalam tidurnya, ia mendapat sebuah jawaban yang menggetarkan jiwa: “Wahai hamba-Ku, bukankah ucapanmu ‘Ya Allah’ itu sendiri adalah ‘Labbaik’ dari Kami untukmu? Seandainya Kami tidak mencintaimu, niscaya Kami tidak akan pernah menggerakkan lisanmu untuk mengingat Kami.” Sebagai manusia, kita sering merasa bahwa doa kita tidak terjawab, padahal bisa jadi kemampuan kita untuk terus beribadah dan memohon kepada-Nya adalah jawaban itu sendiri. Maka, jangan pernah bosan untuk memanggil dan menyeru kepada-Nya. Sebab, dalam salah satu firman-Nya, Allah Swt telah berjanji: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengingatmu.” (QS. al-Baqarah: 152).
1
141
Dikisahkan, ada seorang ahli ibadah yang senantiasa bermunajat kepada Allah. Pada suatu malam, setan berbisik kepadanya: “Engkau telah memanggil Allah bertahun-tahun, namun tak pernah sekalipun engkau mendengar jawaban ‘Labbaik’ (Aku memenuhi panggilanmu). Maka, untuk apa lagi engkau memanggil-Nya?” Ahli ibadah itu pun terdiam. Hatinya hancur dan ia tertidur dalam penuh kegelisahan. Dalam tidurnya, ia mendapat sebuah jawaban yang menggetarkan jiwa: “Wahai hamba-Ku, bukankah ucapanmu ‘Ya Allah’ itu sendiri adalah ‘Labbaik’ dari Kami untukmu? Seandainya Kami tidak mencintaimu, niscaya Kami tidak akan pernah menggerakkan lisanmu untuk mengingat Kami.” Sebagai manusia, kita sering merasa bahwa doa kita tidak terjawab, padahal bisa jadi kemampuan kita untuk terus beribadah dan memohon kepada-Nya adalah jawaban itu sendiri. Maka, jangan pernah bosan untuk memanggil dan menyeru kepada-Nya. Sebab, dalam salah satu firman-Nya, Allah Swt telah berjanji: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengingatmu.” (QS. al-Baqarah: 152).
2
78
325
8,793
zaada retweeted
Kisah-kisah seperti ini lah yang bikin gw malu buat minta aneh-aneh ke Tuhan.
Seorang Badui melakukan thawaf di Ka’bah, kemudian shalat dua rakaat, lalu bersiap untuk pergi. Orang-orang yang melihatnya merasa heran, lalu bertanya, “Tidakkah engkau memiliki hajat kepada Allah?” Dengan tenang ia menjawab, “Tentu, dan aku sudah memintanya.” Mereka pun penasaran, “Apa yang engkau ucapkan?” Ia berkata: “Ya Allah, sungguh Engkau telah menghitung dosa-dosaku, maka ampunilah. Dan Engkau telah mengetahui segala kebutuhanku, maka penuhilah.”
1
1
244
نعوذ بالله
Siapakah al-Kanud (Manusia yang tidak tau terima kasih)? Allah SWT berfirman: إن الإنسان لربه لكنود “Sesungguhnya, manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya.” (QS. al-‘Adiyat: 6). Lalu, siapakah yang dimaksud dengan al-Kanud itu? Syekh Hasan al-Bashri pernah memberikan penjelasan yang sangat menohok: “Al-Kanud adalah ia yang sibuk menghitung musibah yang menimpanya, namun melupakan segala nikmat Allah yang telah ia terima.” Seringnya kita terlalu fokus pada satu ‘duri’ yang menusuk, hingga kita lupa pada ribuan ‘mawar’ yang telah Allah berikan dalam hidup kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur, bukan hamba yang gemar mengeluh.
1
213
Siapakah al-Kanud (Manusia yang tidak tau terima kasih)? Allah SWT berfirman: إن الإنسان لربه لكنود “Sesungguhnya, manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya.” (QS. al-‘Adiyat: 6). Lalu, siapakah yang dimaksud dengan al-Kanud itu? Syekh Hasan al-Bashri pernah memberikan penjelasan yang sangat menohok: “Al-Kanud adalah ia yang sibuk menghitung musibah yang menimpanya, namun melupakan segala nikmat Allah yang telah ia terima.” Seringnya kita terlalu fokus pada satu ‘duri’ yang menusuk, hingga kita lupa pada ribuan ‘mawar’ yang telah Allah berikan dalam hidup kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur, bukan hamba yang gemar mengeluh.
6
86
318
6,842
zaada retweeted
Sungguh ini do'a yang menurut saya sangat indah 🥹
Seorang Badui melakukan thawaf di Ka’bah, kemudian shalat dua rakaat, lalu bersiap untuk pergi. Orang-orang yang melihatnya merasa heran, lalu bertanya, “Tidakkah engkau memiliki hajat kepada Allah?” Dengan tenang ia menjawab, “Tentu, dan aku sudah memintanya.” Mereka pun penasaran, “Apa yang engkau ucapkan?” Ia berkata: “Ya Allah, sungguh Engkau telah menghitung dosa-dosaku, maka ampunilah. Dan Engkau telah mengetahui segala kebutuhanku, maka penuhilah.”
1
2
200
يا بني العمل لا يستطاع إلا باليقين ومن يضعف يقينه يضعف عمله “Wahai anakku, amal hanya bisa ditegakkan dengan keyakinan. Karenanya, jika keyakinan seseorang lemah, maka lemah pula amalnya.” -Al-Bidayah wa al-Nihayah
2
15
75
1,090
zaada retweeted
Ada banyak hal yang dulu aku pertanyakan kepada Allah. Hari ini aku justru bersyukur karena doa-doa itu tidak dikabulkan sesuai keinginanku. Ternyata Allah memang lebih tahu. 🤲🏻🤍
“Hidup berjalan di bawah ketentuan takdir. Di balik setiap kejadian, selalu ada yang kita sukai dan yang kita benci. Sering kali, yang kita takutkan justru membawa kebaikan. Dan yang kita harapkan… justru membawa luka.”
1
193
Seorang Badui melakukan thawaf di Ka’bah, kemudian shalat dua rakaat, lalu bersiap untuk pergi. Orang-orang yang melihatnya merasa heran, lalu bertanya, “Tidakkah engkau memiliki hajat kepada Allah?” Dengan tenang ia menjawab, “Tentu, dan aku sudah memintanya.” Mereka pun penasaran, “Apa yang engkau ucapkan?” Ia berkata: “Ya Allah, sungguh Engkau telah menghitung dosa-dosaku, maka ampunilah. Dan Engkau telah mengetahui segala kebutuhanku, maka penuhilah.”
20
229
1,211
51,341
Mainnya sangat ringan dan tanpa beban, sebagaimana lawannya. Siu~
Jujur terharu ini nonton Argentina, Messi ngegolin mulu. Siapa yang akan kuidolakan kalau dia pensiun nanti.😭
4
353
“Hidup berjalan di bawah ketentuan takdir. Di balik setiap kejadian, selalu ada yang kita sukai dan yang kita benci. Sering kali, yang kita takutkan justru membawa kebaikan. Dan yang kita harapkan… justru membawa luka.”
34
91
2,232
zaada retweeted
Apalagi untuk lelaki yang mana calon kepala keluarga [yang sudah jadi kepala keluarga],setidaknya harus bekerja berapapun hasilnya yang penting Halalan Thoyyiban. Kerana harga diri seorang lelaki adalah bekerja.
العلم والعمل توأمان أمهما علو الهمة والجهل والبطالة توأمان أمهما إيثار الكسل “Ilmu dan amal adalah saudara kembar yang lahir dari semangat yang tinggi. Adapun kebodohan dan pengangguran adalah saudara kembar yang lahir dari sikap mendahulukan kemalasan.” —Bada’i al-Fawa’id
2
2
12
400