Dikisahkan, ada seorang ahli ibadah yang senantiasa bermunajat kepada Allah.
Pada suatu malam, setan berbisik kepadanya:
“Engkau telah memanggil Allah bertahun-tahun, namun tak pernah sekalipun engkau mendengar jawaban ‘Labbaik’ (Aku memenuhi panggilanmu). Maka, untuk apa lagi engkau memanggil-Nya?”
Ahli ibadah itu pun terdiam. Hatinya hancur dan ia tertidur dalam penuh kegelisahan. Dalam tidurnya, ia mendapat sebuah jawaban yang menggetarkan jiwa:
“Wahai hamba-Ku, bukankah ucapanmu ‘Ya Allah’ itu sendiri adalah ‘Labbaik’ dari Kami untukmu? Seandainya Kami tidak mencintaimu, niscaya Kami tidak akan pernah menggerakkan lisanmu untuk mengingat Kami.”
Sebagai manusia, kita sering merasa bahwa doa kita tidak terjawab, padahal bisa jadi kemampuan kita untuk terus beribadah dan memohon kepada-Nya adalah jawaban itu sendiri. Maka, jangan pernah bosan untuk memanggil dan menyeru kepada-Nya. Sebab, dalam salah satu firman-Nya, Allah Swt telah berjanji:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengingatmu.” (QS. al-Baqarah: 152).