"Tokoh Muslim Tak Serius Menyikapi Intoleran"
Misalnya petinggi MUI, petinggi NU, dan petinggi Muhammadiyah kumpul lalu kompak mengutuk tindakan orang yang intoleran, kira-kira masih ada nggak manusia tengik yang bakal melarang agama lain beribadah?
Saya yakin tidak ada lagi.
Muslim yang melarang ibadah agama lain seperti itu masih terjadi karena mereka merasa itulah yang diajarkan agama. Mereka merasa mewakili Tuhannya.
Saat mereka meminta maaf, jelas cuma di mulut saja. Tak ada penyesalan dalam hati mereka. Mereka tetap merasa melakukan jihad yang surga adalah balasannya.
Fakta bahwa masih banyak (dan makin banyak) muslim yang menjalankan Islam seperti itu, itulah yang tak kunjung diakui oleh tokoh muslim secara terbuka. Mereka para tokoh muslim tak berani secara terbuka melarang pandangan seperti itu. Setidaknya secara bersama-sama menyatakan itu.
Tak ayal, perbuatan intoleransi yang merupakan benih dari Islam radikal ini terus bersemai.
Harus kita akui, itu harus dilakukan oleh para tokoh muslim. Kalau muslim jelata seperti saya bisanya ya cuma teriak seperti ini. Dan karena cuma bisa seperti ini, ya saya akan terus bersuara.
Karena: Islam yang saya yakini tidak seperti itu.
Karena: mereka hanya memalukan Islam.
Teh @AryBandung, saya kok pesimis orang tengik ini bakal dipecat. Negara kita belum serius memberantas orang yang intoleran seperti ini.
Bayangkan, perilaku intoleran justru dilakukan oleh orang yang dibayar oleh negara.
Cukup minta maaf di bibir, perbuatan dimaafkan. Gimana mau kapok?