Dibalikin lagi, jadi rupiah dari Rp 2500 naik ke Rp 16.800 di tahun '98, gara-gara mahasiswa demo, tuntut hapus Dwi fungsi ABRI dan menuntut Soeharto turun.
Jadi IHSG dan rupiah anjlok karena...
Mumet kan, jawabnya.
Btw IHSG sudah naik, dan rupiah menguat sebelum mahasiswa itu turun demo, karena logikanya investor kembali normal lihat fundamental Indonesia yang bagus, mereka tidak kena fear mogering lagi.
Apalagi perang tanggar "Sell Indonesia" tapi yang ambruk saham di Korsel, Indonesia malah rebound.
Ternyata Indonesia Terang, tidak sejelek dan seburuk berita di media-media asing dan lokal yang pro kepentingan asing.
Dan paling penting Indonesia kebal dari bubble saham Ai, karena gak ada perusahaan di bidang Ai segede Nvidia dkk di IHSG.
‣ Adanya cuma GOTO, itupun sudah di dasar klasemen.
IHSG masih dikuasai top tier saham di tambang dan bank, bukan Ai.
Dengan logika yg sama seperti yg anda sebutkan, bisa dikatakan bahwa justru IHSG dan rupiah menguat karena mahasiswa dan masyarakat bergerak menuntut pemerintah yg boros dalam mengatur fiskal 😊