"Ini penting saya utarakan"

Joined June 2009
8,292 Photos and videos
RT @sejak2006: ada yg kenal dengan wajah ini? kenalin, bu hendri saparini. ekonom ugm yang melanjutkan ke tsukuba. jika ditanya soal MBG,…
984
IG: ulinyusron retweeted
Bila ia masih hidup, 10 Juni 2026, Asrul Sani akan berumur seratus tahun. Angka yang bulat. Nyaris seperti penanda. Seolah waktu ingin memberi jeda, meminta kita berhenti sejenak, lalu menoleh ke belakang. Bagi banyak orang, Asrul adalah penyair Angkatan ’45, penulis, penerjemah, dan salah satu penanda penting kebudayaan Indonesia pascakemerdekaan. Bagi saya, ia adalah Pak Cun—adik kandung ayah saya, paman yang tinggal di rumah kami di Menteng ketika saya masih kecil, dan yang lewat percakapan-percakapan sederhana membentuk cara saya melihat dunia. Dari sanalah saya berkenalan dengan Albert Camus dan Anton Chekhov. Dua nama yang, pada usia saya yang masih kecil saat itu, terasa jauh. Tidak sepenuhnya saya pahami. Tetapi buku-buku itu tidak hilang. Mereka menunggu. Dan bertahun-tahun kemudian, ketika saya membacanya kembali dengan mata yang sudah lebih banyak melihat hidup, saya menyadari apa yang sebetulnya ingin Pak Cun sampaikan: bahwa hidup tidak selalu harus dijelaskan. Camus menolak karena ia tahu penjelasan yang tersedia tidak memadai untuk menampung absurditas keberadaan. Chekhov menolak karena ia tahu penjelasan akan mengkhianati tekstur sebenarnya dari pengalaman manusia. Dan Asrul, meski tidak pernah secara eksplisit berdialog dengan keduanya, sampai pada posisi yang serupa lewat jalannya sendiri. Saya masih terlalu kecil untuk memahami cara pikirnya. Kata-katanya mungkin lewat begitu saja, tidak sempat tinggal. Yang tersisa justru yang lain: potongan-potongan keseharian, hal-hal kecil yang tidak penting, tapi bertahan. Saya masih ingat, kamarnya yang remang. Bau rokok yang menyengat, bukan sekadar asap, tapi semacam jejak yang menetap di udara. Debu di sana sini, obat nyamuk bakar hijau melingkar di lantai, pelan-pelan habis, menyisakan abu yang rapuh. Buku-buku berserakan, seperti tak pernah selesai dibaca atau mungkin tak ingin disusun. Di atas meja kerja, ada sebuah mesin tik tua. Diam, tapi terasa hidup, seolah setiap saat bisa kembali berbunyi, memecah sunyi dengan ritme yang teratur. Lalu tikus itu. Ia tidak diusir. Tidak dijebak. Pak Cun justru memberinya makan sedikit, secukupnya. Seolah ada kesepakatan yang sederhana: tikus itu tidak mengganggu buku-bukunya, dan sebagai gantinya, ia diberi ruang untuk hidup. Dalam logika sehari-hari, ini mungkin tampak ganjil. Tapi di situ ada sesuatu yang lain: cara melihat dunia yang tidak selalu ingin mengalahkan. Tetapi yang paling saya ingat adalah pertanyaan dan nasihat yang ia tinggalkan. “Mengapa seseorang masuk universitas?” Bertahun-tahun kemudian, ketika saya akan berangkat ke Australian National University untuk studi pascasarjana, ia berkata: “Yang paling penting dalam sekolah bukanlah buku teks. Buku teks di setiap universitas akan sama saja. Yang penting adalah bagaimana kamu mengembangkan pemikiran, berdiskusi, bertukar gagasan, dan belajar dari lingkungan di sekitarmu.” Pesan itu mengubah cara saya melihat pendidikan. Pendidikan bukan sekadar soal memperoleh pengetahuan atau gelar. Ia juga tentang memelihara rasa ingin tahu dan membuka diri terhadap gagasan-gagasan baru. Puluhan tahun kemudian, saya masih memikirkan pertanyaan dan nasihat itu. Barangkali memang begitu cara seorang guru bertahan hidup: bukan dalam jawaban yang ia berikan, melainkan dalam pertanyaan yang terus menemani kita. Disarikan dari tulisan saya untuk buku peringatan 100 tahun Asrul Sani.
42
194
867
40,386
IG: ulinyusron retweeted
Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo. Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas. Satu — MBG seharusnya bukan untuk anak SMA: Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan: "Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil? Kesehatan ibu anak, gizi anak?" Kenapa ibu hamil? Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh. Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari. Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal. Dua — diluncurkan terlalu besar terlalu cepat: Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital. Setiap kebijakan besar butuh modal politik. Dan modal itu terbatas. "Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited. Saya enggak yakin kita punya itu." MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus. Tanpa pilot project. Tanpa sistem pengawasan yang matang. Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat. Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan. Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting — habis digerus oleh satu program yang terburu-buru. Tiga — cara yang benar menurut Chatib: Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana: Mulai dari yang kecil dulu. Yang bisa dikontrol langsung. Yang hasilnya bisa langsung dirasakan. Bangun kepercayaan dari situ. Baru bergerak ke yang lebih besar. MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu. Dan hasilnya sudah terbukti. Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan. Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal. Sasaran salah. Skala terlalu besar terlalu cepat. Tidak ada sistem pengawasan yang memadai. Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya. Itu bukan kesialan. Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.
227
1,036
4,589
314,730
IG: ulinyusron retweeted
11. Kenaikan harga beras dan BBM memberikan sumbangan yang besar pada kenaikan jumlah penduduk miskin ini.
112
742
629
IG: ulinyusron retweeted
WNI pagi ini
175
9,962
18,852
485,118
IG: ulinyusron retweeted
Diam-diam Sengsarakan Rakyat Sudah beberapa kali Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM dengan diam-diam. @cumarachel
591
2,961
2,910
mari bantu dengan berbagai cara agar @tempodotco tidak dibobol maling konten tempo.co/politik/tempo-alami…

199
IG: ulinyusron retweeted
BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta bertemu tiga advokat dan seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika. Dua dari empat orang tersebut diduga memiliki rekam jejak digital dan hubungan samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum milik pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. bbc.com/indonesia/articles/c…
110
3,985
8,777
1,492,389
IG: ulinyusron retweeted
Jun 8
Memang beneran gak ketolong, sampah pun kita impor.. hey antek antek asing.... Azealia Banks pernah bilang Indonesia adalah “tempat sampah dunia”. Kedengarannya kasar. Tapi saat sampah kita sendiri belum selesai dikelola, sementara sampah dari negara lain masih masuk
7
11
454
IG: ulinyusron retweeted
Kalau presidennya Pak Prabowo dolar 18 ribu min.
Wah, sudah mau 14ribu, ya? Padahal Presidennya bukan pak @prabowo finance.detik.com/bursa-dan-… x.com/fandis_budiman/status/…
186
7,276
23,077
424,261
IG: ulinyusron retweeted
Wiranto : Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. Fakta yang tidak pernah berubah: Februari 2003: Unit Kejahatan Serius PBB mendakwanya atas kejahatan terhadap kemanusiaan , pembunuhan, deportasi, persekusi warga sipil Timor Timur 1999. Dasar dakwaan: tanggung jawab komando karena gagal mencegah dan menghukum pelaku di bawah komandonya. Mei 2004: Pengadilan Dili mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional atas namanya. Komnas HAM Indonesia sendiri menyebut namanya dalam: Trisakti, Semanggi I-II, Kerusuhan Mei 1998, Penculikan Aktivis 1997-1998. Dakwaan PBB itu tidak pernah diadili. Surat penangkapan itu tidak pernah dieksekusi. Rekomendasi Komnas HAM itu tidak pernah ditindaklanjuti. Yang terjadi justru sebaliknya , Menkopolhukam, Ketua Wantimpres, kini Penasihat Khusus Keamanan Presiden. Sementara keluarga korban 1998 masih datang ke Aksi Kamisan setiap Kamis , hujan atau panas , selama lebih dari 17 tahun, menuntut pengadilan yang tidak pernah datang. Kalau ada yang bilang "belum terbukti bersalah" , benar. Karena tidak pernah diadili. Dan itulah tepatnya masalahnya. Ini bukan tuduhan. Ini dokumen resmi PBB, Pengadilan Dili, dan Komnas HAM , semua bisa dicek siapapun. Hukum untuk semua? Tanya dulu kenapa pengadilannya tidak pernah ada.
13
204
359
70,581
IG: ulinyusron retweeted
Semoga kali ini terciduk...
150
2,800
9,229
183,511
IG: ulinyusron retweeted
Dan lebih ajaib lagi… Danantara ke Paris bareng Pak Prabowo, malah mau investasi ke Prancis, saat kita butuh banget investasi di dalam negeri agar rupiah menguat… (Sumber: Dokumen resmi Pidato Macron di depan Pak Prabowo di Istana Elysée, 29 Mei 2026)
Ini sudah keterlaluan. PP terbaru Danantara (PP 19/2026 Pasal 31A) buka jalan APBN suntik modal ke holding Danantara lewat pintu belakang. Dividen BUMN hilang dari APBN, tapi Danantara boleh minta injeksi dana negara seenaknya. Negara gak boleh dapat duit dari BUMN, tapi Danantara boleh minta duit negara? Udah gila bener ini negara. Uang pajak rakyat diputar untuk kepentingan apa? market.bisnis.com/read/20260…
28
1,890
3,723
168,050
IG: ulinyusron retweeted
BREAKING❗ Presscon Kejagung tetang Korupsi Dadan & Eks Waka BGN Tersanhka Kasus SPPG Simak korupsinya apa saja! Ada juga Mark Up!
124
309
1,085
102,628
IG: ulinyusron retweeted
silakan bandingin mbg dgn program sejenis di negara2 lain biar tau segila apa itu prabowonomics.
MBG DAN CITA-CITA PRABOWONOMICS. Oleh: Fahri Hamzah (Mantan Wakil Ketua DPR RI, Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2014-2019) Dalam paham ekonomi liberal, memberi makan rakyat bukan urusan negara. Itu urusan pasar. Itu urusan individu. Tapi kita, yang lahir dan besar di Timur, mewarisi keyakinan yang berbeda, dan keyakinan itu sudah ada jauh sebelum kata “kebijakan publik” dikenal: bahwa sebuah bangsa sejatinya diukur bukan dari indeks yang dikutip di forum internasional, melainkan dari meja makan, dari apakah setiap anak, di setiap sudut kepulauan ini, duduk dengan perut yang tidak kosong dan masa depan yang tidak lapar. Menariknya, tradisi ekonomi liberal pun, yang selama ini sering dikontraskan dengan keberpihakan negara, telah lama membuktikan bahwa investasi gizi anak adalah investasi ekonomi paling rasional yang bisa dilakukan sebuah negara. Tapi kita tidak perlu menunggu pembuktian ilmiah untuk mengetahui itu. Keyakinan itu sudah ada jauh sebelumnya, bahkan menjadi syarat dasar legitimasi kepemimpinan: dari Konfusius hingga Kautilya di India kuno, dari tradisi Islam hingga kearifan Nusantara, semuanya mengajarkan hal yang sama, bahwa pemimpin yang membiarkan rakyatnya lapar telah kehilangan haknya untuk berkuasa. Inilah, saya percaya, yang ada dalam benak Prabowo Subianto ketika ia bermimpi tentang Makan Bergizi Gratis (MBG). Belakangan, kita membaca begitu banyak teori yang membenarkan keputusan ini: teori modal manusia (human capital), eksternalitas positif, poverty trap theory, teori keadilan distributif, dan seterusnya. Tetapi jauh sebelum teori-teori itu dikutip para akademisi, keyakinan itu sudah hidup dalam diri seorang prajurit yang tidak bisa tidur nyenyak membayangkan anak-anak bangsanya yang lapar. Saya mengenal pikiran Prabowo ini bukan dari jarak jauh. Selain mendengar langsung, saya membacanya dalam Paradoks Indonesia dan Strategi Transformasi Bangsa, dua buku yang ditulisnya jauh sebelum ia menjadi presiden, ketika banyak orang masih meragukan apakah ia sungguh-sungguh memikirkan masa depan generasi atau sekadar mengejar kekuasaan. Di halaman-halaman itu, saya menemukan seorang pemikir yang resah, yang tidak bisa berdamai dengan satu kenyataan: Indonesia adalah negeri yang kaya raya, namun jutaan warganya masih hidup dalam kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Paradoks itulah yang menggerakkannya. Dan paradoks itu jugalah yang mendorong saya, sejak lama mengikuti perjalanan pemikiran Prabowo, untuk berdiri bersamanya, bukan karena kalkulasi politik semata, tetapi karena saya percaya cita-citanya adalah cita-cita yang benar. Keputusan Presiden mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026 perlu dibaca dengan hati yang jernih, bukan sebagai drama politik, bukan sebagai penghinaan atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih bermakna: seorang pemimpin yang menolak membiarkan jarak antara cita-cita dan kenyataan terus melebar tanpa koreksi. Itu adalah tanda bahwa visi masih hidup, bahwa mimpi belum menyerah pada rutinitas birokrasi. Prabowo adalah figur yang kompleks, seorang prajurit yang membaca sejarah ekonomi bangsanya dengan rasa sakit yang personal. Ia tumbuh di lingkungan intelektual dan bangsawan yang memikirkan bagaimana Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Kita sering mendengar, dalam banyak kesempatan formal maupun tidak formal, apa yang paling ia sesali dari perjalanan panjang Indonesia sebagai bangsa merdeka. Jawabannya selalu singkat dan berat: “Kita sudah merdeka delapan puluh tahun lebih, tapi masih ada anak-anak kita yang tidur dengan lapar.” Dari rasa sakit itulah lahir apa yang kita kenal sebagai Prabowonomics, sebuah keyakinan bahwa Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi, melainkan janji moral bangsa kepada dirinya sendiri: bahwa kekayaan bumi ini harus mengalir kepada seluruh rakyat, bukan menggenang di tangan segelintir orang.
64
3,796
9,035
212,073
IG: ulinyusron retweeted
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi. Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
2,159
26,526
75,657
8,245,977
IG: ulinyusron retweeted
Seskab Teddy Indra Wijaya . Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi , merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu." Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu. Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN. Yang "pribadi" cuma excess-nya. Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%. Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia. Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang. Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri. Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan. Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global. Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker. Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air. Soal sindiran "3 bulan": Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat. Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara. Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat. Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman. "Speak truth to power," kata Dino. Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.
688
10,503
21,575
729,209
IG: ulinyusron retweeted
Replying to @insidefolkative
Koplak. Kemarin sekolah" disuruh belajar bahasa Portugis, sekarang bahasa Perancis. Asal bacot buat nyenengin si Macron. Presiden macam apa ini.
1
9
137
11,250
IG: ulinyusron retweeted
Habis FPI terbitlah GRIB.
Baca di sini: megapolitan.kompas.com/read/… Rumah penulis buku, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didatangi oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) lalu. ~AC #Megapolitan
1
15
19
1,765
IG: ulinyusron retweeted
Gerakan Aku Cinta Rupiah, Januari 1998. Di tengah penurunan tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Tutut Soeharto menginisiasi gerakan ini. Berbagai kalangan pun ramai-ramai menukarkan dolar AS milik mereka dengan rupiah. 📷 AFP / Getty Images
31
153
1,012
90,160