Jadi inget pas lagi piknik ke pahawang, ada rombongan PNS disebelah bawa banner "Peningkatan Kapasitas bla bla bla" padahal ya piknik.
Kenapa dengan Mengubah Kata-Kata saja Bisa Hemat Rp 200 Miliar?
Kedengarannya aneh, ya? Masa iya cuma karena kata dihapus, uang ratusan miliar rupiah bisa diselamatkan. Tapi ini beneran terjadi, dan ada alasan logisnya.
Kuncinya ada di konsep "dana siluman". Istilah untuk anggaran yang dialokasikan tapi nggak jelas peruntukannya, sehingga gampang diselewengkan.
Bayangin kamu dikasih anggaran Rp 100 ribu "untuk pengembangan diri". Kamu bisa pakai buat apa aja, kan?
Nonton bioskop pun bisa dimasukkan sebagai "pengembangan". Tapi kalau catatannya "beli buku pelajaran Matematika", sudah jelas tujuannya dan nggak bisa ditarik ke mana-mana.
Nah, itulah yang terjadi di anggaran pemerintah.
Menurut Bu Susi, alokasi dana di dokumen kerja dan anggaran memang sengaja disamarkan dengan kata-kata bersayap supaya bebas dipermainkan. Kata "penguatan kapasitas nelayan", misalnya, bisa mencakup banyak hal, mulai dari pelatihan sungguhan sampai biaya perjalanan fiktif yang nggak ada hubungannya.
Kata yang Gak Jelas = Celah Korupsi
Ini bukan cuma masalah di satu kementerian. Dalam penyusunan anggaran, sering disusupkan program-program "siluman" karena tidak ada yang mengawasi secara ketat dan prosesnya kerap hanya bersifat formalitas.
Lebih parahnya lagi, kebocoran keuangan negara dari sisi belanja diperkirakan mencapai 30 persen dari APBN, dan salah satu sumber utamanya adalah korupsi yang melibatkan pengusaha, birokrasi, hingga legislatif.
Kata-kata yang gak jelas adalah salah satu "pintu masuk" kebocoran itu. Karena ketika tidak ada standar jelas, susah juga buat auditor untuk membuktikan bahwa anggaran yang dipakai salah.
Apa yang Bu Susi lakukan sebenarnya sederhana tapi powerful, yaitu mempersempit ruang abu-abu. Kalau anggarannya bilang "beli 500 jaring ikan seharga Rp X", semua orang bisa periksa apakah jaring itu benar-benar dibeli, berapa harganya, dan siapa yang nerima.
Transparansi bahasa = transparansi uang..
Kata-kata bersayap bisa membawa uang APBN ikut terbang. Dengan mengganti kata, kita mematahkan sayap itu, dan uang rakyat pun tidak bisa kabur lagi.