Joined February 2022
27 Photos and videos
the exodus retweeted
The Eurofighter Typhoon Tranche 4 features the Captor-E (ECRS Mk1) AESA radar, reportedly equipped with ~1,400โ€“1,500 Gallium Arsenide GaAs T/R modules and detection ranges exceeding 200 km against fighter-sized targets. Often considered one of the best fighter radars in service.
11
38
362
15,164
the exodus retweeted
โœ… RESMI: BIGETRON meraih juara MPL INDONESIA SEASON 17 setelah mengandaskan perlawanan ONIC. JUARA BARU LAHIR.. ๐Ÿ†
290
539
4,896
199,803
the exodus retweeted
Pemimpin yang setara Einstein membaca 50 buku itu wok
142
7,382
25,786
259,468
the exodus retweeted
Zaman itu, salah satunya bertobat dan akhirnya diselamatkan. Kalau sekarang kira-kira skenarionya gimana?
37
436
1,998
70,596
the exodus retweeted
๐Ÿšจ After Vivo Pocket Now OPPO Pocket โœ… 200MP 1/1.12" Main ๐Ÿ“ธ The project is developing well .... These will destroy the smartphone camera hype .... Compact Phone ( Budget ) Pocket Camera [ Perfect Combo ] #OPPO #vivo
3
3
60
3,594
the exodus retweeted
gara gara iklan shopee di aplikasi lain. tugas kuliah jadi hilang ๐Ÿ˜‚
711
4,730
68,489
1,759,354
the exodus retweeted
๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
914
2,130
12,526
377,644
the exodus retweeted
Buku ini adalah karya John Stuart Mill yang berjudul โ€œConsiderations on Representative Governmentโ€ Buku ini menyajikan pemikiran mendalam John Stuart Mill mengenai struktur dan fungsi pemerintahan perwakilan. Mill mengeksplorasi bagaimana sistem politik seharusnya dirancang agar dapat mencerminkan kehendak rakyat sekaligus menjaga kualitas kepemimpinan. Melalui karyanya Mill menguraikan prinsip-prinsip dasar yang mendukung keberlangsungan demokrasi yang sehat dan efektif. Mill menekankan pentingnya partisipasi warga negara serta perlunya mekanisme untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh kelompok mayoritas. Menurut John Stuart Mill, tantangan atau bahaya utama dalam menjalankan sistem pemerintahan perwakilan adalah: Inkompetensi Intelektual dan kurangnya keahlian. Mill sangat khawatir bahwa badan perwakilan (parlemen) mungkin tidak memiliki pengetahuan teknis atau keahlian yang memadai untuk membuat undang-undang yang kompleks. Ia berpendapat bahwa tugas badan perwakilan seharusnya adalah mengawasi dan memberikan persetujuan, sementara perumusan hukum yang mendalam sebaiknya dilakukan oleh para ahli (komisi kodifikasi). Bahaya Kepentingan Golongan (Class Legislation). Mill memperingatkan risiko di mana badan legislatif dikuasai oleh kelompok atau kelas tertentu yang hanya mengejar kepentingan mereka sendiri, bukan kebaikan bersama (common good). Hal ini dapat menyebabkan kebijakan yang tidak adil bagi kelompok lain dalam masyarakat. Tirani Mayoritas. Ini adalah salah satu tantangan paling krusial. Mill takut bahwa dalam sistem demokrasi perwakilan, suara mayoritas dapat digunakan untuk menindas hak-hak dan kebebasan individu atau kelompok minoritas. Ia mencari cara (seperti sistem perwakilan proporsional) untuk memastikan suara minoritas tetap terdengar. Kepasifan dan Apatisme Warga Negara. Pemerintahan perwakilan membutuhkan partisipasi aktif dan kecerdasan politik dari rakyatnya. Tantangannya adalah jika rakyat menjadi pasif atau tidak terdidik, mereka tidak dapat berfungsi sebagai pengawas yang efektif terhadap kekuasaan pemerintah, yang pada akhirnya dapat merusak esensi demokrasi itu sendiri. Mill percaya bahwa fungsi utama pemerintahan adalah untuk meningkatkan kualitas intelektual dan moral masyarakatnya. Oleh karena itu, bentuk pemerintahan yang tepat adalah yang paling mampu mendorong masyarakat ke tahap kemajuan berikutnya. Mill memandang bahwa keberhasilan pemerintahan perwakilan sangat bergantung pada kualitas moral dan intelektual warga negara serta kemampuan sistem untuk menyeimbangkan antara kontrol rakyat dan keahlian birokrasi. โ€”John Stuart Millโ€”
1
3
4
234
mirip bgt ajggg ๐Ÿ˜ญ
1,013
30,360
143,331
1,819,159
the exodus retweeted
Apa alasan kalian masih memilih iPhone? ๐Ÿค” #raihanhan
12
4
28
2,924
the exodus retweeted
Busett hubungan terlarang ๐Ÿ˜ฑ
1,057
2,751
31,616
4,566,177
the exodus retweeted
Don't ignore this video ๐Ÿ˜‚.
36
842
19,744
329,273
Login dulu kontol
Gw rasa orang-orang yang selalu jejeritan urusan MBG itu benci sama anak-anak. Kemungkinan besar pedo.
96
3,930
23,816
429,515
the exodus retweeted
Kepala BGN yg seharusnya:
Kepala BGN yg seharusnya:
100
2,491
7,472
236,854
the exodus retweeted
Jangan percaya ya itu foto hoax. Berikut kami lampirkan dokslinya:
BRO WTF ngaku ini siapa yang bikin ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
38
216
1,423
51,762
the exodus retweeted
Orang orang marah ga ya liat ini ๐Ÿ˜ญ
BRO WTF ngaku ini siapa yang bikin ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
167
4,729
24,735
460,712
the exodus retweeted
BRO WTF ngaku ini siapa yang bikin ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
636
4,798
45,984
1,798,728
the exodus retweeted
wkwkkwkw anjeng ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
BRO WTF ngaku ini siapa yang bikin ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
4
10
202
5,685
the exodus retweeted
AMD FSR 4.1 may skip RDNA 3.5 integrated graphics. THAT is rough for handheld PCs. โ€ข FSR 4.1 is coming to Radeon RX 7000 GPUs in July โ€ข RX 6000 support is planned for early 2027 โ€ข RDNA 3.5 integrated graphics are reportedly not planned right now โ€ข That means Radeon 890M, 880M, 860M and 840M could miss out โ€ข Ryzen AI 300 / 400 APUs could be affected โ€ข Strix Halo iGPUs are also not confirmed โ€ข Radeon 600M / 700M / 800M were not listed either This is frustrating, integrated graphics and handhelds are where better upscaling is vital. Handhelds need every efficiency and image quality improvements as much as they can get. If AMD keeps FSR 4.1 away from RDNA 3.5 iGPUs, that is going to make Intel Arc G3 handhelds excel.
3
3
43
3,387