🇩🇪 Jerman Datang ke Jakarta, Cari Peluang Bawa Investor. Ngajak Kerjasama ya bukan minta dibalas dengan Rombongan yang Lebih Besar lagi.. apalagi buat Honeymoon 🔥
Presiden Jerman saat ini, Frank-Walter Steinmeier, memang sedang melakukan lawatan Asia pada 14–18 Juni 2026 dan Indonesia menjadi tujuan pertama, dalam rangkaian kunjungan resminya Ia juga membawa delegasi, termasuk kalangan bisnis.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, juga mengonfirmasi bahwa Steinmeier akan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 15 Juni 2026. Delegasi yang dibawa disebut mencakup sektor: logistik, permesinan/manufaktur, digitalisasi, mobilitas tenaga kerja, akademisi dan ilmuwan Jerman
Kenapa Indonesia?
Kalimat Dubes Ralf yang Anda kutip soal "middle power" sebenarnya sangat masuk akal jika melihat strategi Jerman saat ini.
Indonesia dipandang sebagai: ekonomi terbesar ASEAN negara berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa demokrasi terbesar di Asia Tenggara negara Muslim terbesar di dunia kekuatan regional yang relatif netral di tengah rivalitas AS–China.
Bagi Berlin, Indonesia adalah salah satu negara yang bisa menjadi "middle power partner" dalam dunia yang makin terfragmentasi.
Goals yang kemungkinan besar dibawa Jerman
1. Mengamankan rantai pasok industri Jerman
2. Mendorong investasi perusahaan Jerman
Saat ini sudah ada ratusan perusahaan Jerman beroperasi di Indonesia.
👇 ini yang menarik
3. Tenaga kerja Indonesia untuk pasar Jerman
Jerman sedang menghadapi:
penuaan penduduk
kekurangan tenaga kerja terampil
penurunan jumlah pekerja produktif
Sementara Indonesia memiliki bonus demografi.
Karena itu sektor "labour mobility" disebut secara eksplisit dalam delegasi yang dibawa Steinmeier.
Artinya peluang kerja sama bisa mencakup:
perawat, teknisi, tenaga vokasi, pekerja industri, untuk pasar Jerman.
4. Kerja sama pendidikan dan riset
Agenda yang juga disebut adalah pertemuan dengan peneliti dan intelektual Indonesia.
5. Politik dan geopolitik Indo-Pasifik
Jerman beberapa tahun terakhir makin aktif di kawasan Indo-Pasifik.
Ini seharusnya menjadi pengingat bahwa negara dengan ekonomi terbesar Eropa pun melihat Indonesia sebagai pasar dan mitra strategis.
Karena itu, semoga setelah ini pemerintah tidak merasa wajib melakukan "kunjungan balasan berjamaah" yang biayanya lebih mahal daripada nilai kontrak yang dibawa pulang.
Diplomasi itu investasi, bukan wisata kenegaraan.
Rakyat tidak bisa makan foto salaman, MoU, atau konten vlog delegasi.
Yang ditunggu rakyat adalah pabrik, 19juta lapangan pekerjaan, dan kenaikan pendapatan. BPJS gratis, Pendidikan gratis sd Universitas.
Kalau Jerman datang membawa pebisnis, target minimal yang harus dibawa pulang pemerintah menurut kalian apa?
Jangan jawab "MoU" ya. 😅👇
📊 Follow
@bacotdata untuk cerita data, geopolitik, ekonomi, dan teknologi yang jarang dibahas media.
#Indonesia #Jerman #Prabowo #Teddy #Investasi #Ekonomi #APBN #PolitikIndonesia #Diplomasi #MiddlePower #Plesiran #honeymoon